“Indonesia dan Lesotho harus memajukan kerja sama di sektor industri strategis seperti infrastruktur, persenjataan, tekstil hingga ekonomi digital,” kata Salman, dalam keterangan tertulis KBRI Pretoria kepada Medcom.id, Jumat 10 Mei 2019.
Selain membahas soal ekonomi kedua negara, Salman juga memberikan surat kepercayaan kepada Raja Letsie III. Sebagai duta besar di KBRI Pretoria, Salman juga merangkap sebagai duta besar Kerajaan Lesotho, Kerajaan Eswatini, dan Republik Botswana.
Salah satu bukti keseriusan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Lesotho adalah mengundang kehadiran Pemerintah Lesotho dan pelaku usaha terkait untuk berpartisipasi pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang akan berlangsung bulan Agustus 2019. IAID merupakan tindak lanjut penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) yang sukses dilaksanakan tahun 2018, di mana Lesotho berpartisipasi dengan mengirimkan wakilnya.
Raja Letsie III mengapresiasi semangat Asia-Afrika yang selalu mendasari hubungan baik kedua negara. Dia mengharapkan kerja sama yang lebih erat di sektor perdagangan, pariwisata, pertanian, teknologi informasi, dan telekomunikasi.
"Lesotho pun mengakui peran Indonesia dalam Pasukan Penjaga Perdamaian, dan menjadikan Indonesia sebagai role model dalam upaya Lesotho untuk ikut aktif dalam program serupa di Afrika," ujar Raja Lestsie III.
Salman juga berkesempatan menginspeksi pasukan militer Kerajaan Lesotho yang tampil dengan seragam berwarna-warni. Penyambutan militer dilaksanakan di area taman utama istana, dilanjutkan dengan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Kerajaan Lesotho.
Lesotho yang keseluruhan wilayahnya dikelilingi oleh daratan ini terletak di bagian selatan Afrika Selatan. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Lesotho telah berlangsung sejak tahun 1993.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News