Perempuan-perempuan Yazidi (Foto: AFP)
Perempuan-perempuan Yazidi (Foto: AFP)

Hindari Diperkosa ISIS, Gadis-Gadis Yazidi Akhiri Hidup

Fajar Nugraha • 23 Desember 2014 16:49
medcom.id, Baghdad: Gadis-gadis Yazidi menjadi incaran serangan dari kelompok militan Islamic State (ISIS). Mereka jadi incaran pemerkosaan, hingga membuat gadis-gadis tersebut nekat bunuh diri.
 
Sudah menjadi rahasia umum bahwa perempuan Yazidi menjadi incaran ISIS untuk dijadikan budak seks, dipaksa menikah atau bahkan ditahan tanpa alasan.
 
Kondisi tersebut membuat perempuan-perempuan ini menderita trauma. Hal ini diketahui oleh kelompok Amnesty International usai melakukan wawancara terhadap 40 perempuan Yazidi yang berhasil melarikan diri dari tahanan ISIS di, Sinjar, Irak.

Perempuan dari berbagai usia tersebut menjadi korban sergapan ISIS, ketika terjadi penyerangan di kampung halaman mereka pada April 2014 lalu. Ratusan dari perempuan ini tewas dalam serangan itu puluhan ribu lainnya terdampar di dekat Gunung Sinjar atau bahkan pergi ke wilayah yang dikuasai Kurdi di Irak Utara.
 
"Kehidupan dari ratusan dari perempuan Yazidi hancur oleh kekerasan dan perbudakan seksual, ketika dalam tahanan ISIS," lapor penasihat Amnesty International Donatella Rovera, seperti dikutip Independent, Selasa (23/12/2014).
 
"Banyak dari mereka yang ditahan dijadikan budak. Usianya pun cukup muda, mulai dari usia 14, 15 tahun atau bahkan lebih muda lagi," lanjutnya.
 
Rovera menggambarkan, perempuan-perempuan yang ditahan pun sangat ketakutan dengan kelompok ISIS. Bahkan merasa khawatir akan diperkosa, mereka pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ini seperti yang dialami oleh gadis bernama Jilan, yang menurut kakaknya memutuskan bunuh diri karena enggan dipaksa melayani pasukan ISIS.
 
"Suatu hari kami diberikan pakaian seperti kostum menari. Kami pun disuruh mandi dan menggunakan pakaian itu," pengakuan seorang gadis dalam laporan Amnesty International itu.
 
"Jilan melakukan bunuh diri di kamar mandi. Dia memotong pergelangan tangan dan menggantung diri. Dia sangat cantik dan saya pikir dirinya sadar akan diambil oleh seorang pria dan itu sebabnya dia melakukan bunuh diri," lanjut gadis yang berhasil melarikan diri dari ISIS itu.
 
Tidak diketahui berapa banyak perempuan Yazidi yang diculik oleh ISIS. Tetapi Kementerian HAM Irak menyebutkan jumlahnya mencapai ratusan. Sementara Amnesty menyebut kemungkinan jumlah gadis itu mencapai ribuan jiwa.
 
Kelompok masyarakat Yazidi adalah kelompok minoritas yang dinilai sebagai murtad oleh ISIS. Ketika ISIS memasuki Irak, mereka menjadi incaran kekerasan dan memaksa mereka untuk keluar dari rumahnya serta mengungsi menyelamatkan diri.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan