PM Palestina Mohammad Shtayyeh. (Foto: AFP)
PM Palestina Mohammad Shtayyeh. (Foto: AFP)

Rencana Trump Dinilai akan Pupuskan Perjuangan Palestina

Internasional donald trump palestina israel
Arpan Rahman • 28 Januari 2020 20:57
Ramallah: Palestina mengecam rencana perdamaian Timur Tengah versi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rencana tersebut dinilai sebagai bagian dari usaha "memupuskan perjuangan bangsa Palestina."
 
Senin kemarin, Trump menggelar pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rivalnya, Benny Gantz, di Washington. Pertemuan dengan kedua tokoh terkait rencana perdamaian Timur Tengah.
 
"Kami menolaknya, dan kami meminta komunitas internasional untuk tidak ikut menjadi mitra mereka. Rencana tersebut kontradiktif dengan dasar-dasar hukum internasional dan juga hak-hak Palestina," kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu tidak lain hanyalah sebuah rencana untuk memupuskan perjuangan Palestina," kecamnya, dinukil dari Al Jazeera, Selasa 28 Januari 2020.
 
Rencana tersebut dinilai cacat karena Palestina tidak ikut diundang dalam pembahasannya di Washington. Palestina menegaskan, rencana perdamaian apapun tidak dapat dijalankan tanpa melibatkan mereka.
 
Trump berencana mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah ini pada Selasa 28 Januari siang waktu AS.
 
Sementara itu, Otoritas Palestina (PA) menyerukan duta besar dari negara-negara Arab dan Muslim untuk memboikot acara pengumuman rencana perdamaian Timur Tengah di AS.
 
Kemarin malam, juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, menyerukan semua dubes Arab dan Muslim untuk tidak datang dalam acara pengumuman Trump. "Kami anggap rencana tersebut sebagai upaya merusak hak-hak Palestina," ucap Abu Rudeineh.
 
Ia menambahkan bahwa rencana tersebut -- selama ini diklaim Trump sebagai "Perjanjian Terhebat Abad Ini" -- dibuat AS dengan tujuan untuk menggagalkan pendirian negara Palestina. Selama ini, warga Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif