Ramadan, Pemerintah Yaman Usul Tukar Tahanan dengan Pemberontak
Kondisi Yaman yang masih diliputi perang antara pasukan pemerintah dengan Pemberontak Houthi (Foto: AFP).
Sanaa: Pemerintah Yaman pada Rabu 16 Mei 2018 mengusulkan pertukaran tahanan dengan pemberontak Houthi. Tawaran ini berkaitan dengan semangat pardamaian di bulan suci Ramadan.
 
Pemberontak Houthi terus berpereang dengan pasukan Yaman sejak 2015. Mereka merebut ibu kota Sanaa dari kekuasaan pemerintahan Presiden Abd Rabo Mansour Hadi.
 
Sejak menyelamatkan diri dari Yaman, Presiden Hadi kini dalam pengasingannya di Riyadh, Arab Saudi. Tawaran ini sendiri dikeluarkan oleh  Menteri Informasi Yaman Moammer al-Iryani dan Menteri Hak Asasi Manusia Mohammed Askar.
 
"Mediasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah bagi semua tahanan untuk kembali ke rumah mereka untuk bulan suci. Termasuk 14 wartawan Yaman yang ditahan oleh Houthi dan sejumlah tahanan asing," sebut pernyataan itu, seperti dikutip AFP, Kamis 17 Mei 2018.
 
Mediasi semacam ini biasa dilakukan antar suku di negara Arab di masa lalu. Ratusan tahanan dilepaskan oleh pihak yang bertikai menjelang Ramadan.
 
Arab Saudi meluncurkan intervensi militer Arab di Yaman pada Maret 2015, yang bertujuan untuk menggulingkan Houthi yang didukung Iran. Serangan juga bertujuan untuk memulihkan pemerintahan Presiden Hadi yang diakui secara internasional untuk berkuasa.
 
Konflik telah menyebabkan hampir 10.000 orang tewas, puluhan ribu orang terluka, dan jutaan orang diambang kelaparan dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id