Indonesia Bidik Industri Kereta Mesir
Ilustrasi. (Foto: ANTARA)
Kairo: Indonesia dan Mesir mulai membicarakan kerja sama terkait proyek kereta api. Pertemuan pun sudah diselenggarakan antara Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy dengan Menteri Transportasi Mesir Hesham Arafat Mahdy.

"Afrika memang menjadi pasar yang cukup potensial bagi industri kereta api Indonesia. Mesir merupakan negara dengan industri strategis," kata Dubes Helmy dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Kamis 17 Mei 2018.

Menteri Hesham menyambut baik inisiatif Indonesia tersebut, serta berharap pemerintah Indonesia dapat ikut serta dalam berbagai proyek yang saat ini sedang dan akan dibangun oleh Pemerintah Mesir, seperti misalnya peremajaan lokomotif dan gerbong serta pembangunan jalur kereta api baru. 


"Selama ini, saya membaca dan mengetahui mengenai pembangunan infrastruktur dan kemajuan industri manufaktur di Indonesia," ujar dia.

Dubes Helmy dan Menteri Hesham sepakat untuk menjajaki lebih lanjut berbagai peluang kerja sama di bidang industri kereta. 

Beberapa upaya yang akan ditindaklanjuti antara lain adalah penyelenggaraan pertemuan lanjutan pada tataran teknis antara KBRI Kairo dengan Kementerian Transportasi Mesir untuk menjajaki peluang-peluang kerja sama yang lebih konkret antara kedua negara. 

Perusahaan Industri Kereta Api Indonesia, PT INKA (Persero) telah menunjukkan komitmen mereka yang kuat untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek tersebut dalam kerangka kerja sama yang bermanfaat timbal balik bagi kedua negara.

Sejak 2016, PT INKA telah beberapa kali berkunjung ke Mesir guna mengeksplorasi peluang kerjasama antara Indonesia-Mesir di bidang perkeretaapian. Pada awal Juli ini, PT INKA akan ikut serta dalam tender pengadaan dua lokomotif dan enam gerbong kereta di Kairo.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id