Dilansir dari laman United Nations pada Sabtu, 19 September 2026, hari Ozon Sedunia atau International Day for the Preservation of the Ozone Layer diperingati setiap 16 September.
Peringatan ini ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1994 untuk memperingati penandatanganan Montreal Protocol pada 16 September 1987, perjanjian internasional yang mengatur pengurangan zat-zat yang merusak lapisan ozon.
Perjanjian itu sekaligus sebagai salah satu contoh penting kerja sama global untuk menangani persoalan lingkungan.
Lapisan Ozon Mulai Pulih, Apa Penyebabnya?
Dilansir dari laman World Meteorological Organization, Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menyebut lubang ozon Antartika pada 2025 menjadi yang terkecil keempat hingga kelima sejak pola penipisan parah mulai diamati pada 1992.
“This is an environmental success story. Since 2000, the ozone layer has been recovering, and we can expect full recovery within several decades,” ujarnya.
Pemulihan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Montreal Protocol dalam mengurangi zat perusak ozon, termasuk chlorofluorocarbons (CFC).
Meski menunjukkan pemulihan, lapisan ozon belum sepenuhnya kembali ke kondisi semula. WMO mencatat pemulihan masih berlangsung dalam jangka panjang sehingga pemantauan dan perlindungan tetap diperlukan. (Wisa Irena Br Sitepu)