Konflik regional memanas, kota Dubai ikut lumpuh imbas serangan Iran. (dok AFP)
Konflik regional memanas, kota Dubai ikut lumpuh imbas serangan Iran. (dok AFP)

Bandara Dubai Tutup Imbas Serangan Iran, Miliarder Berebut Jet Pribadi untuk Kabur

Adri Prima • 03 Maret 2026 07:26
Ringkasnya gini..
  • Serangan drone dan rudal Iran melumpuhkan Bandara Internasional Dubai serta menghantam sejumlah hotel dan pusat bisnis, memicu penutupan ruang udara.
  • Kepanikan melanda kaum elite dan miliarder, yang berebut jet pribadi atau menempuh jalur darat ke Oman demi keluar dari Dubai.
  • Tarif jet pribadi melonjak hingga tiga kali lipat, sementara wisatawan lain terpaksa bertahan di hotel di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Dubai: Kota Dubai yang selama ini identik dengan gemerlap dan kemewahan kini diliputi suasana mencekam.
 
Serangan drone dan rudal dari Iran dilaporkan melumpuhkan Bandara Internasional Dubai serta menghantam sejumlah hotel mewah dan bangunan ikonik di pusat kota.
 
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pihaknya terus berupaya mencegat proyektil yang masuk pada Senin (2/3) waktu setempat.

Di tengah situasi tersebut, UEA juga resmi menutup kedutaannya di Teheran menyusul eskalasi konflik regional yang kian meluas.
 

Eksodus kaum elit dan miliarder 


Penutupan ruang udara memicu kepanikan, terutama di kalangan miliarder dan influencer yang masih berada di Dubai dan ingin pergi menyelamatkan diri.
 
Baca juga:
Iran Ancam Kirim Rudal ke Siprus untuk Usir Armada AS

 
Sebagian dari mereka memilih menempuh perjalanan darat sekitar empat setengah jam menuju Oman untuk mencari penerbangan dari Bandara Muscat yang masih beroperasi secara terbatas. Tidak sedikit dari kaum elit yang rela menyewa jet pribadi.
 

Harga jet pribadi naik tiga kali lipat


Ketegangan di regional Timur Tengah juga membuat biaya jet pribadi melonjak drastis. JetVip, broker jet pribadi di Muscat, melaporkan kenaikan harga hingga tiga kali lipat. 
 
Penerbangan ke Istanbul dengan jet kecil kini mencapai €85.000 atau sekitar Rp1,4 miliar. Sementara satu kursi carter menuju Moskow dibanderol €20.000 atau sekitar Rp340 juta per orang.
 
"Ketersediaan sangat tipis. Banyak operator pesawat menolak terbang karena kendala asuransi dan risiko keamanan," ujar perwakilan AlbaJet, perusahaan carter asal Austria.
 
Diketahui Iran membalas serangan gabungan AS-Israel dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada Uni Emirat Arab serta Qatar. Meski begitu, serangan Iran nyatanya juga menyasar pusat bisnis Dubai. 
 
Kondisi ini membuat sebagian besar wisatawan ketakutan, dan bertahan di hotel menjadi satu-satunya opsi. Dinas Pariwisata Dubai menginstruksikan hotel agar tidak mengusir tamu yang terdampak dan memperpanjang masa inap dengan tarif awal. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan