Kemunculan tiba-tiba militer di ibukota timbul di tengah meningkatnya ketegangan politik setelah Robert Mugabe memecat deputinya, Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang kuat.
Sementara presiden berusia 93 tahun itu mempertahankan cengkeram kuatnya di negara ini sejak ia memimpin kemerdekaan pada 1980, banyak pengamat Zimbabwe melihat kuasa Mugabe mungkin paling rentan dalam beberapa dasawarsa.
Siapa jajaran tokoh politik utama di negeri ini?
Presiden Robert Mugabe
Presiden Robert Mugabe adalah presiden tertua di dunia dan telah menguasai negara ini selama hampir empat dasawarsa -- pertama sebagai Perdana Menteri dan kemudian Presiden.
Dari tahun 1980an dan sebagian era 1990an dia dipuja di dalam dan di luar negeri, namun berangsur-angsur menjadi lebih otoriter. Pada 1993, dia melembagakan Undang-undang Pembebasan Lahan yang memungkinkan pemerintah memaksa petani kulit putih menyerahkan tanah mereka untuk redistribusi kepada orang-orang Zimbabwe kulit hitam.
Sejak saat itu dia mendapati inflasi massal dan kekurangan pangan, yang diakibatkan oleh program real estat penuh bencana.
Karena kondisi di Zimbabwe memburuk dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia meningkat, institusi di seluruh dunia, termasuk Kerajaan Inggris, mencopot gelar kehormatan yang sebelumnya diberikan kepada dirinya.
Pada Juli tahun ini, Mugabe mendesak partai ZANU-PF yang berkuasa supaya memastikan bahwa kebijakannya tetap "berlaku selamanya" ketika dia nanti "pergi".
Emmerson Mnangagwa
Mnangagwa, atau dikenal sebagai "Ngwenya" atau "Buaya" bagi banyak orang, memiliki insting bertahan di kekuasaan dengan baik, bergandengan dengan Mugabe sejak awal. Dia menjadi tangan kanan Mugabe selama hampir empat dasawarsa, pertama sebagai asistennya selama perjuangan kemerdekaan, lantas menjadi kepala intelijennya, kemudian menteri kabinet dan penegak hukum serba bisa.
Mnangagwa sebelumnya dianggap paling mungkin menggantikan Mugabe jika presiden mengundurkan diri atau meninggal saat menjabat.
Mnangagwa memiliki pengikut yang kuat di kalangan militer Zimbabwe dan di antara para veteran perang yang berjuang dalam perjuangan kemerdekaan. Ia telah menjadi ahli strategi utama Mugabe dalam pemilihan presiden terdahulu, kata David Coltart, mantan menteri kabinet dan pemimpin oposisi.
Tapi awal bulan ini, Mugabe menuduh Mnangagwa "tidak setia, tidak hormat, licik, dan tidak dapat diandalkan," dalam sebuah upaya membuka jalan bagi istrinya, Grace, buat menggantikan kedudukannya.
Ibu Negara Grace Mugabe
Lahir di Afrika Selatan, istri kedua Mugabe ini mengembangkan reputasi sebagai politisi yang cerdik, namun terkadang boros belanja, sebagai cap bagi dirinya sendiri.
Dijuluki "Gucci Grace" oleh warga Zimbabwe atas biaya belanja selangitnya, dia telah menjadi tokoh yang mempolarisasi sebuah negara yang mengalami kemiskinan. Meskipun demikian, dia telah lama mendapat dukungan dari politisi muda dalam hirarki politik negara tersebut.
Pemecatan mendadak Mnangagwa terlihat oleh banyak orang sebagai cara bagi Mugabe yang berusia 93 tahun guna memuluskan penunjukan istrinya, Grace, ke posisi tersebut, yang menimbulkan ketidakpuasan luas di kalangan mantan pendukung setianya.
Menteri Pertahanan Sydney Sekeramayi
Menhan Sydney Sekeramayi "diyakini sebagai pesaing untuk jabatan wakil presiden dan dianggap sebagai kuda hitam dalam drama suksesi," Tinashe Jakwa, analis Afrika Selatan dari Asosiasi Studi Australasia dan Pasifik (AFSAAP) mengatakan.
"Naiknya ke jabatan Wapres akan menjadi langkah strategis untuk mengurangi persepsi tentang dinasti Mugabe," cetusnya, seperti dilansir CNN, Rabu 15 November 2017.
Jenderal Constantino Chiwenga
Panglima militer negara tersebut, Chiwenga mencela pemecatan Wapres dan "anggota-anggota terkait dengan sejarah kemerdekaan kita."
Pada Selasa, dia mengadakan konferensi pers di mana dia mengancam akan melakukan intervensi jika sekutu politiknya terus dikesampingkan. Sembari memperingatkan bahwa jika pembersihan pejabat senior ZANU-PF tidak berhenti, "militer tidak akan ragu untuk turun tangan."
Sebagai tanggapan terhadap konferensi tersebut, ZANU-PF, menuduh Chiwenga "melakukan tindakan pengkhianatan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News