Partai oposisi Turki, CHP, merayakan kemenangan di dua pemilu daerah di Turki. (Foto: AFP).
Partai oposisi Turki, CHP, merayakan kemenangan di dua pemilu daerah di Turki. (Foto: AFP).

Oposisi Menang, Pejabat Turki Perintahkan Pemilu Ulang

Internasional politik turki
Arpan Rahman • 07 Mei 2019 16:40
Istanbul: Pihak berwenang Turki pada Senin memerintahkan pemilihan ulang dari pemilu yang sebelumnya dimenangkan lawan partai politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Perintah itu membatalkan kemenangan besar dari oposisi negara tersebut.
 
Baca juga: Partai Erdogan Kalah di Pilkada Istanbul dan Ankara.
 
Di bawah tekanan berat Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Erdogan, Komisi Pemilihan Tinggi Turki (YSK), yang digambarkan berisi loyalis presiden, membatalkan hasil pemilihan Wali Kota Istanbul 31 Maret yang dimenangkan secara tipis oleh Ekrem Imamoglu, bintang yang sedang naik daun di jajaran oposisi Turki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kabar itu dilaporkan Kantor Berita Anatolia milik Pemerintah Turki. Imamoglu muncul di hadapan kerumunan pendukung dengan nada menantang.
 
"Kami memenangkan pemilihan ini dengan kerja keras dari jutaan orang; mereka berusaha untuk mencuri pemilihan umum yang kami menangkan," katanya.
 
"Kami haus akan keadilan. Para pembuat keputusan di negara ini mungkin berada dalam kondisi tidak sadar, salah atau bahkan pengkhianatan, tetapi kami tidak akan pernah menyerah," tegasnya, dilansir dari laman Independent, Senin 6 Mei 2019.
 
Ketika guncangan dan kemarahan atas kabar itu menyebar, para pendukung Imamoglu mulai memukuli panci dan wajan dalam hiruk-pikuk protes damai di seluruh kota.
 
"Salah satu hari terburuk bagi demokrasi Turki yang terjepit," tulis Asli Adintasbas, jurnalis dan komentator.
 
Imamoglu diberi mandat untuk memerintah bulan lalu, mengangkat semangat seteru Erdogan, di sela tuduhan yang tidak jelas dan tidak berdasar tentang kecurangan dan penipuan pemilu oleh AKP dan para loyalisnya.
 
Kemenangan Imamoglu menandai kali pertama dalam 25 tahun bahwa Istanbul, sebuah kota berpenduduk 16 juta yang merupakan kekuatan ekonomi Turki, jatuh dari tangan partai politik Erdogan. AKP juga kehilangan kendali atas ibukota, Ankara, secara perdana dalam 25 tahun tetapi dengan selisih yang jauh lebih besar.
 
YSK membalikkan hasil pemilu dengan alasan teknis, bahwa beberapa dari mereka yang bertugas di dewan pemilihan di kota itu bukan pegawai negeri. Imamoglu mengejek putusan itu. "Dengan aturan pemilu yang sama, seorang presiden telah dipilih, referendum telah diadakan, sehingga ada juga ketidakpastian tentang Konstitusi dan posisi Presiden," katanya.
 
Lawan Imamoglu, Binali Yilidrim, mengatakan dia akan menunggu keputusan komisi pemilihan final muncul sebelum mempertimbangkan reaksi.
 
Istanbul menjadi sumber utama uang pelindung, dengan transaksi real estat yang digunakan untuk menyegel ikatan antara AKP dan pengembang yang merupakan pilar partai. Kekalahan pemilu kota itu membuat marah pendukung AKP, menyebabkan perpecahan dalam jajaran partai.
 
Baca juga: Kalah, Desakan Hitung Ulang dari Partai Erdogan Ditolak.
 
Sementara pemilu ulang -- yang dijadwalkan pada 23 Juni atau 7 Juli -- dapat membawa Istanbul kembali di bawah kendali AKP, itu juga membawa risiko politik, seandainya partai kalah dengan selisih yang lebih besar. Penanganan partai atas kekalahan dalam pemilu telah membuatnya tampak haus kekuasaan, sementara mengokohkan status Imamoglu yang tidak dapat ditepis sebagai fenomena politik nasional.
 
"AKP telah sendirian menciptakan pahlawan rakyat karena ekonomi ambruk di sekitar mereka," tulis komentator dan kritikus kawakan AKP Can Okar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif