Pada bentrokan terakhir yang terjadi di ibu kota polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata untuk memukul mundur demonstran yang melempar batu. Tiba-tiba seorang pria tak dikenal yang menaiki sepeda motor menembak remaja laki-laki di kepala, kata saksi, dikutip dari AFP, Kamis 20 April 2017.
Kekerasan meletus ketika ribuan pemrotes oposisi mencoba berbaris di Caracas Tengah, sebuah benteng pro pemerintah di mana pendukung Maduro berpakaian merah sedang berkumpul untuk demonstransi balasan.
Para demonstran dipaksa mundur oleh barisan tentara dan polisi yang dikerahkan untuk menahan apa yang diklaim oposisi untuk menjadi "Ibu dari semua demonstrasi".
Remaja laki-laki itu ditembak oleh orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor yang juga melemparkan tabung gas air mata ke kerumunan pemrotes, kata Kepala Rumah Sakit Klinik Caracas, Amadeo Leiva pada AFP.
Terkait insiden itu, Jaksa telah membuka penyelidikan.
Oposisi telah berulang kali menuduh pemerintah mengirim sekelompok preman bersenjata untuk menyerang pemrotes. Pasukan keamanan tidak melakukan apapun untuk menghentikan mereka bahkan menekan demonstran yang damai, kata pihak lawan.
Pihak berwenang telah melaporkan lima orang tewas, termasuk anak laki-laki 13 tahun dalam demonstransi di seluruh negeri awal bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News