Iran Kecam Ancaman AS Keluar dari Kesepakatan Nuklir
Sistem nuklir Iran. (Foto: AFP).
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menegaskan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) yang ingin keluar dari kesepakatan nuklir Iran, tidak dapat diterima. 

Trump akan mengumumkan keputusan apakah ia akan menarik negaranya keluar dari perjanjian yang disepakati pada 2015 tersebut pada 12 Mei mendatang.

"Iran tidak akan menegosiasikan kembali apa yang telah disepakati bertahun-tahun lalu dan telah dilaksanakan," kata Zarif, dikutip dari AFP, Jumat 4 Mei 2018.


Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga memperingatkan AS dan Eropa agar tak merevisi kesepakatan nuklir, di mana Iran membatasi pengggunaan uraniumnya.



Trump sempat menginginkan adanya revisi dari kesepakatan nuklir Iran di mana membatasi penggunaan nuklir balistik dan juga kebijakan Iran di Timur Tengah yang dinilai mendukung militan. Jika kesepakatan nuklir Iran ini tidak ditinjau kembali, Trump mengancam akan keluar dari kesepakatan tersebut.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pun telah mendesak Trump agar tetap bertahan di kesepakatan nuklir Iran.

Pertimbangan Trump ini muncul setelah Israel menuduh Iran menyimpan nuklir rahasia yang berbahaya. Iran balik menuding Israel menyebarkan berita palsu dan mengada-ada.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id