Pesawat jet tempur F-15 milik Israel. (Foto: AFP)
Pesawat jet tempur F-15 milik Israel. (Foto: AFP)

Israel Gempur Gaza usai Pidato Aneksasi PM Netanyahu

Internasional palestina israel hamas
Willy Haryono • 11 September 2019 15:00
Tel Aviv: Israel membombardir sejumlah posisi kelompok Hamas di Jalur Gaza pada Selasa 10 September malam. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas peluncuran roket dari Gaza ke Israel yang mengganggu jalannya pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
 
PM Netanyahu digiring keluar dari podium saat sedang berpidato mengenai rencana aneksasi Lembah Yordania, area yang masih menjadi bagian dari Tepi barat. PM Netanyahu mengakhiri pidato di kota Ashdod usai mendengar suara sirene tanda adanya serangan.
 
Dalam pidatonya sebelum sirene terdengar, PM Netanyahu berjanji akan menganeksasi Lembah Yordania jika dirinya menang dalam pemilihan umum pekan depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pesawat jet tempur Israel menggempur 15 posisi teroris di utara dan pusat Jalur Gaza," ucap pernyataan militer Israel, disitat dari AFP, Rabu 11 September 2019.
 
"Posisi yang terkena serangan meliputi sebuah pabrik senjata dan jaringan terowongan," lanjutnya. Dua serangan roket yang mengganggu pidato PM Netanyahu diklaim telah berhasil ditembak jatuh sistem pertahanan Iron Dome.
 
Meski sempat dibawa keluar, PM Netanyahu kembali naik podium dan melanjutkan pidato. Video yang dirilis Partai Likud memperlihatkan PM Netanyahu merespons serangan roket asal Gaza.
 
Menurut PM Netanyahu, serangan itu dilakukan Hamas karena kelompok tersebut takut dirinya menang dalam pemilu mendatang.
 
Hamas adalah pemimpin de facto Jalur Gaza sejak mereka menggulingkan pasukan loyalis Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran di tahun 2007.
 
Israel dan Hamas telah terlibat dalam tiga perang sejak 2008.
 
Sementara itu, sejumlah jajak pendapat mengindikasikan pemilu Israel pekan depan tidak akan jauh berbeda dari yang sebelumnya digelar pada bulan April. Disebutkan bahwa PM Netanyahu mungkin masih akan menemui kesulitan untuk membentuk koalisi.
 
Dalam pemilu April lalu, Partai Likud milik PM Netanyahu serta Partai Blue and White dari kubu oposisi masing-masing mendapatkan 35 dari 120 kursi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif