Dubes Al Busyra Basnur (tengah) memimpin FGD mengenai peluang berinvestasi di Ethiopia, 8 November 2019. (Foto: KBRI Addis Ababa)
Dubes Al Busyra Basnur (tengah) memimpin FGD mengenai peluang berinvestasi di Ethiopia, 8 November 2019. (Foto: KBRI Addis Ababa)

Alasan Mengapa Perusahaan Indonesia Berinvestasi di Ethiopia

Internasional Indonesia-Ethiopia
Willy Haryono • 10 November 2019 07:12
Hawassa: Ada beberapa hal yang mendorong sejumlah perusahaan Indonesia berinvestasi di Ethiopia.
 
Pertama, usia produktif sangat besar dari jumlah penduduk 112 juta jiwa, kedua terbesar di benua Afrika setelah Nigeria; kedua, stabilitas politik baik; ketiga, komitmen pemerintah tinggi; keempat, sumber energi murah; kelima, tenaga kerja murah.
 
Sementara tantangan utama yang dihadapi investor dan pengusaha Indonesia serta dari negara lain adalah kesulitan mendapatkan mata uang asing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI (KBRI) Addis Ababa bersama sejumlah pimpinan perusahaan Indonesia dan perusahaan asing yang dipimpin orang Indonesia di kota Hawassa, 270 kilometer dari selatan kota Addis Ababa, Jumat 8 November malam.
 
FGD yang diadakan di kota Hawassa dihadiri Rodolfo Angala, pimpinan perusahaan Sumbiri Intimate Apparel Plc., Iksan Santoso Supadi, pimpinan perusahaan TAL, Plc. serta pejabat dan staf KBRI Addis Ababa. Joseph Jaya Kumar, pimpinan Century Garment Plc. juga hadir di awal FGD.
 
"FGD ini diselenggarakan untuk kedua kalinya dengan pengusaha Indonesia di Ethiopia, setelah sebelumnya diadakan di Addis Ababa dua bulan lalu. Tujuannya untuk menindaklanjuti Indonesia Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan di Bali pada April 2018, dan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang diadakan di Bali, Agustus lalu," kata Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu 10 November 2019.
 
Saat ini terdapat lima perusahaan Indonesia di Ethiopia. Perusahaan tersebut adalah PT Indofood/Salim Wazaran Yahya Plc., PT Sinar Ancol/Peace Success Industry Plc., Busana Apparel Group/Century Garment Plc. dan PT Sumber Bintang Rejeki/Sumbiri Intimate Apparel Plc. Sebanyak 150 orang warga Indonesia saat ini bekerja di dua perusahaan Indonesia dan satu perusahaan asing yang dipimpin orang Indonesia di Hawassa.
 
Bidang investasi asing yang sangat dibutuhkan Ethiopia saat ini adalah tekstil, garmen, makanan bayi, obat-obatan dan vaksin.
 
Dalam sepuluh tahun terakhir, Ethiopia mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi di sub-sahara Afrika. Bahkan tahun 2004-2017, pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen. Tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Ethiopia diperkirakan 8,6 persen, juga tertinggi di kawasan.
 
Selain investasi, banyak perusahaan Indonesia yang ingin melakukan kerja sama perdagangan dengan pengusaha Ethiopia. Namun, sebagian besar pengusaha Indonesia maupun Ethiopia belum mengetahui dengan baik potensi hubungan dan kerja sama ekonomi kedua negara.
 
Karena itu pada Selasa 22 Oktober, Dubes Al Busyra meluncurkan Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC) ketika mengadakan pertemuan dan diskusi dengan Forum Perdagangan Indonesia Afrika di gedung SME Tower (SMESCO), Jakarta. IEBC bertujuan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama pengusaha Indonesia dan Ethiopia melalui berbagai aplikasi media sosial.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif