Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menderita kekalahan tipis dalam pemilu. Foto: AFP
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menderita kekalahan tipis dalam pemilu. Foto: AFP

Era Benjamin Netanyahu di Israel Segera Berakhir

Internasional pemilu israel Benjamin Netanyahu
Fajar Nugraha • 18 September 2019 23:00
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menelan pil pahit kekalahan dalam pemilihan umum. Partai Likud yang dipimpin Netanyahu kalah tipis dari Partai Putih-Biru (Kahol Lavan pimpinan Benny Gantz.
 
Hasil resmi setelah penghitungan suara yang dikeluarkan oleh Komite Pemilu Pusat menunjukkan Kahol Lavan memimpin dengan beda tipis, satu suara. Kahol Lavan meraih 32 kursi sementara Partai Likud meraih 31 suara, di mana lebih dari 90 persen suara sudah rampung dihitung.
 
Menarik melihat Partai Joint List yang diisi oleh warga Arab Israel. Mereka berhasil menyodok ke peringkat ketika dengan 13 suara. Sementara Partai Yesreal Beytenu yang dipimpin Avigdor Liebermen berada di peringkat empat dengan raihan sembilan kursi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gantz yang kemudian berpidato di hadapan pendukungnya mengatakan, dirinya sudah mendekati dua partai. Mereka adalah Gesher dan Uni Demorasi. Selain itu Gantz akan bertemu dengan mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.
 
Menurut Gantz pembicaraan untuk membetuk pemerintahan gabungan. Gantz menambahkan, dirinya akan berbicara dengan banyak orang agar kondiri memperhatinkan.
 
“Saya berencana untuk bertemu semuanya,” ungkapnya seusai memberikan penghormatan kepada relawan di Tel Aviv, seperti dikutip Sputnik, Rabu, 18 September 2019;.
 
Tetapi Gantz tidak menyebutkan akan menghubungi pihak Joint List yang diisi kalangan Arab Israel. Setelah pidatonya, Gantz langsung menelepon pimpinan Joint List, Ayman Odeh.
 
Bagi pemimpin Kahol Lavan itu, tujuan utama setelah pemilu kali ini adalah memperbaiki perpecahan di masyarakat Israel. “Saya berjanji mengupayakan perbaikan di masyarakat,” tegas mantan petinggi militer itu.
 
“Kita akan mencari pandangan sama dari warga dan mengutarakan doa bersama,” imbuhnya.
 
Gantz menggambarkan masyarakat Israel adalah tubuh terluka yang membutuhkan perbaikan. Polarisasi dan perpecahan harus ditinggalkan.
 
Sementara Netanyahu, usai kekalahan tipis partainya, dirinya memutuskan untuk membatalkan kehadiran di Sidang Majelis Umum PBB. Kehadirannya akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri Israel Katz.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif