Protes yang dilakukan warga Palestina di Perbatasan Gaza memperingati Hari Nakba. (Foto: AFP).
Protes yang dilakukan warga Palestina di Perbatasan Gaza memperingati Hari Nakba. (Foto: AFP).

Pasukan Israel Tembak 16 Demonstran Palestina di Gaza

Internasional jalur gaza palestina israel
Arpan Rahman • 16 Mei 2019 14:40
Gaza: Tentara Israel menembak 16 orang di perbatasan Gaza di hari unjuk rasa memperingati pemindahan massal warga Palestina selama perang atau Nakba. Hari Nakba menyebabkan terciptanya Negara Israel pada 1948.
 
Setiap tahun, biasanya pada 15 Mei, rakyat Palestina menandai nakba, atau 'bencana', ketika lebih dari 700.000 orang melarikan diri atau diusir dari kota dan desa tujuh dekade lalu.
 
Pada Rabu, kerumunan besar berkumpul di perbatasan dikendalikan Hamas, yang mengelola daerah enklave dan mendukung aksi unjuk rasa. Sembari mengumumkan pemogokan umum dan menutup sekolah guna meningkatkan jumlah pemilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Total 65 orang terluka terkena tembakan langsung, pecahan peluru, peluru baja, dan gas air mata yang dilapisi karet. Dikatakan, 65 orang itu termasuk 22 anak-anak dan tiga paramedis,” pernyataan dari Kementerian Kesehatan Gaza, seperti dikutip Guardian, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Setahun yang lalu penembak jitu Israel menewaskan 60 orang dalam sehari di perbatasan Gaza ketika ribuan orang keluar untuk memprotes pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. Kota Yrusa yang disengketakan, bagian daerah yang diklaim Palestina.
 
Sejak itu, peluru pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai 7.000 jiwa. Sebuah penyelidikan PBB menemukan bahwa tindakan Israel dapat dianggap sebagai kejahatan perang, karena penembak jitu telah "menembak wartawan, petugas kesehatan, anak-anak, dan orang-orang cacat yang mengetahui bahwa tindakan itu jelas dapat dikenali."
 
Terjadi bentrokan reguler antara Israel dan militan, yang meningkatkan ancaman perang keempat antara Israel dan Hamas sejak Israel berkuasa di Gaza pada 2007.
 
Demonstrasi Rabu diperkirakan lebih teredam dari kumpulan sebelumnya. Pada Maret, Israel dan Hamas mencapai kesepakatan tidak resmi di mana Israel dilaporkan setuju untuk menembak jika Hamas membuat orang kembali melintas di pagar perbatasan.
 
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sekitar 10.000 ‘perusuh dan demonstran’ berkumpul di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan.
 
"Para perusuh membakar ban dan melemparkan batu. Sejumlah perangkat peledak telah dilemparkan ke dalam Jalur Gaza, dan sejumlah upaya telah dilakukan untuk mendekati pagar keamanan," kata pihak IDF.
 
IDF menerbitkan foto kebakaran besar di sebuah lapangan yang katanya disebabkan oleh alat pembakar. Di beberapa pertemuan sebelumnya, warga Palestina menempelkan kaleng bensin ke layang-layang yang diterbangkan ke wilayah Israel dan ladang-ladang hangus.
 
Pawai terjadi di kota Ramallah dan Betlehem, di Tepi Barat yang diduduki, yang terpisah dari Gaza. Faksi-faksi politik Palestina dan kelompok-kelompok masyarakat sipil telah menuntut diakhirinya blokade Israel-Mesir yang parah di Gaza dan bagi para pengungsi Palestina agar diizinkan kembali ke rumah leluhur mereka di Israel.
 
Diperkirakan lima juta pengungsi Palestina di Timur Tengah, termasuk mayoritas dari dua juta penduduk Gaza. Israel mengatakan kembalinya mereka akan mempengaruhi mayoritas negara Yahudi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif