"Mugabe telah memimpin kegagalan selama 37 tahun. Ia bersikeras untuk memimpin Zimbabwe, meski sudah tidak mampu," sebut tulisan yang dikutip dari The Zimbabwean, Jumat 25 Agustus 2017.
Sang penulis, Patson Dzamara, mengkritik pemerintahan yang seharusnya tak menjadikan ulang tahun Mugabe sebagai hari libur nasional.
"Dengan segala latar belakang kondisi negara ini, tidak masuk akal jika ulang tahun Mugabe dijadikan sebagai hari libur nasional. Ini sebuah olok-olok yang sangat epik," tulisnya.
"Ini adalah penghinaan terhadap warga Zimbabwe yang menderita dan tertindas, tak terhitung berapa banyaknya oleh pemerintahan Mugabe," lanjut dia lagi.
Selama ini, tingkat pengangguran di Harare bahkan mencapai 90 persen. Warga Zimbabwe, hampir seluruhnya, tidak bisa hidup dengan layak. Mereka sangat membutuhkan bantuan makanan.
"Lebih dari satu juta anak-anak, berangkat sekolah dengan perut kosong. Hal ini menyebabkan penyakit, yang akhirnya tidak bisa disembuhkan," ungkap dia.
Sejak 2016, Zimbabwe mengalami kekurangan uang parah dan mengenalkan mata uang baru sebagai pengganti dolar Amerika Serikat. Inflasi super parah memaksa pemerintah menyingkirkan dolar Zimbabwe pada 2009.
Setelah Mugabe berkuasa pada 1980, dia dipuji karena meningkatkan akses pendidikan, dan pada era 1990-an, Zimbabwe memang memiliki tingkat literasi tertinggi di Afrika.
Namun, sejumlah sekolah terkena dampak krisis ekonomi dan tingkat literasi di Zimbabwe pun terus menurun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News