Perwakilan Tetap RI untuk Wina, Darmansjah Djumala menyerahkan surat kepercayaan. (Foto: Dok. PTRI Wina)
Perwakilan Tetap RI untuk Wina, Darmansjah Djumala menyerahkan surat kepercayaan. (Foto: Dok. PTRI Wina)

RI dan PBB Komitmen Berantas Korupsi dan Pencurian Ikan

Sonya Michaella • 24 Juni 2017 09:05
medcom.id, Wina: Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir dan korupsi bersama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
 
Bersamaan dengan itu, Perwakilan Tetap RI untuk Wina, Darmansjah Djumala telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Direktur Jenderal United Nations in Vienna (UNOV)m Yury Ferodov.
 
Seperti keterangan tertulis dari PTRI Wina kepada Metrotvnews.com, Sabtu 24 Juni 2017, ia juga menekankan pentingnya Indonesia dan UNODC untuk terus meningkatkan kerja sama, utamanya di bidang yang berdampak besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pemberantasan korupsi, terorisme, serta penyalahgunaan dan perdagangan ilegal obat-obat terlarang.

Dubes Djumala juga menyoroti kejahatan perikanan yang saat ini makin marak terjadi, tak hanya di Indonesia, namun juga di dunia. Kejahatan perikanan ini telah berkembang menjadi kejahatan transnasional yang sangat serius dan terorganisir.
 
"Saya menyampaikan keprihatinan bahwa perhatian masyarakat internasional atas kejahatan perikanan masih terbilang rendah, meskipun dampak negatif kejahatan perikanan terbukti sangat merugikan," ungkap dia.
 
Sehubungan dengan hal itu, Duta Besar Djumala menegaskan pentingnya UNODC dalam kapasitasnya memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan transnasional terorganisir di bidang perikanan dan turut berperan aktif, baik dalam bentuk peningkatan kesadaran masyarakat (raising awareness) maupun bantuan teknis (technical asssistance) dalam upaya memberantas kejahatan perikanan.
 
Sementara itu, Fedotov memandang Indonesia merupakan salah satu key countries dan champion dalam isu-isu yang merupakan ranah UNODC. Secara khusus, Duta Besar Fedotov meyampaikan apresiasi atas peran aktif dan kontribusi Indonesia pada UNODC, antara lain atas komitmen dan kerjakeras Indonesia selama menjadi Presiden United Nations Conventionagainst Transnational Organized Crime(UNTOC)periode 2012-2014.
 
UNODC merupakan badan PBB yang berperan penting dalam upaya memerangi kejahatan transnasional, termasuk terorisme, perdagangan obat terlarang dan korupsi. UNODC mendapat mandat untuk membantu negara anggota PBB.
 
UNODC bekerja melalui tiga pilar program kerja, yaitu bantuan teknis guna membangun kapasitas negara anggota, kegiatan riset, dan mendorong ratifikasi dan implementasi konvensi internasional terkait seperti UNTOC dan United Nations Convention against Corruption (UNCAC) ke dalam legislasi nasionalnya. UNODC didirikan pada tahun 1997 dan bermarkas di Wina, Austria.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan