Di masa pemerintahan Mugabe yang sudah berlangsung selama 37 tahun, layanan kesehatan Zimbabwe justru kian memburuk. Disebutkan, pemerintah sering tidak membayar gaji para staf dinas kesehatan, sementara pasokan obat-obatan pun sering mengalami kelangkaan.
Setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak, akhirnya pemimpin WHO Tedros Adhanom mencabut pemberian gelar kepada Mugabe tersebut.
"Saya sudah mendengarkan dengan seksama semua pihak yang menyampaikan keprihatinannya. Saya sudah berkonsultasi dengan Pemerintah Zimbabwe dan memutuskan untuk mencabut penunjukkan Mugabe. Ini yang terbaik," kata Adhanom dalam pernyataan resminya, dikutip dari AFP, Senin 23 Oktober 2017.
Adhanom yang merupakan warga Ethiopia, adalah orang Afrika pertama yang memimpin WHO, menggantikan Margaret Chan, yang telah 10 tahun memimpin WHO.
Penunjukan pria berusia 93 tahun tersebut menimbulkan keheranan di antara banyak negara anggota WHO, dan juga negara donor.
Pemerintah Inggris dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengecam penunjukkan Duta WHO untuk Mugabe ini. Mereka bahkan menyebut Mugabe harus menyelesaikan krisis kesehatan di negaranya dulu.
Selama 20 tahun pertama pemerintahannya, Mugabe memang memperbaiki sistem kesehatan di negerinya, tetapi sejak runtuhnya perekonomian Zimbabwe pada 2000 silam, sistem kesehatan negeri itu turut tenggelam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News