Warga berada di tengah bangunan yang hancur terkena serangan udara di Dhamar, Yaman, 1 September 2019. (Foto: AFP/STR)
Warga berada di tengah bangunan yang hancur terkena serangan udara di Dhamar, Yaman, 1 September 2019. (Foto: AFP/STR)

Serangan Udara di Penjara Yaman Tewaskan 100 Orang

Internasional konflik yaman
Willy Haryono • 02 September 2019 09:20
Dhamar: Lebih dari 100 orang diyakini tewas dalam serangan udara yang dilancarkan koalisi militer pimpinan Arab Saudi di sebuah penjara di Yaman. Kabar disampaikan Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Minggu 1 September 2019.
 
ICRC menyebut serangan udara ditujukan ke sebuah fasilitas yang digunakan pemberontak Houthi untuk menyimpan "drone dan misil." Namun, Houthi mengklaim serangan itu justru menghancurkan sebuah bangunan yang digunakan sebagai penjara.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut 52 tahanan tewas dalam serangan tersebut, dan 68 lainnya masih dinyatakan hilang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jumlah korban tewas kemungkinan bertambah seiring masih berjalannya upaya penyelamatan," ujar PBB, dikutip dari laman AFP. ICRC mengaku telah bergegas ke kota Dhamar dengan membawa tim medis dan juga ratusan kantung jenazah.
 
"Lokasi serangan sudah pernah dikunjungi ICRC," tutur Franz Rauchenstein, kepala delegasi ICRC untuk Yaman, kepada AFP dari kota Dhamar.
 
"Serangan mengenai gedung universitas yang sudah kosong dan dijadikan fasilitas penahanan," lanjutnya.
 
Rauchenstein mengaku sedih atas terjadinya serangan. Menurutnya, menyerang sebuah penjara adalah pelanggaran hukum internasional. Ia mengestimasi lebih dari 100 orang tewas dalam serangan itu, dengan 40 lainnya dinyatakan selamat.
 
"Tim kami mengevakuasi jenazah dan juga berusaha keras mencari korban selamat dari balik puing bangunan," ungkap Rauchenstein.
 
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengintervensi konflik Yaman pada 2015, usai Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lainnya.
 
Pertempuran koalisi Saudi dan Houthi sejak saat itu telah menewaskan puluhan ribu orang. PBB menyebut konflik di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif