Benny Gantz (tengah) menerima mandat membentuk Pemerintah Israel. Foto: AFP
Benny Gantz (tengah) menerima mandat membentuk Pemerintah Israel. Foto: AFP

Saingan Netanyahu Terima Mandat Membentuk Pemerintah Israel

Internasional pemilu israel
Arpan Rahman • 24 Oktober 2019 15:36
Tel Aviv: Presiden Israel secara resmi menugaskan mantan panglima militer Benny Gantz untuk membentuk pemerintahan negara berikutnya. Penugasan ini pertama kalinya dalam satu dekade selain Benjamin Netanyahu yang diberi tugas.
 
Presiden Reuven Rivlin resmi memberi mandat kepada Gantz pada Rabu malam. Menjadi kesempatan bagi Partai Biru dan Putih selama 28 hari untuk mencoba membentuk koalisi yang berkuasa.
 
Netanyahu dan Partai Likud-nya telah didahulukan, tetapi mengakui pada Senin bahwa mereka tidak dapat menyapu mayoritas dengan 61 kursi sendiri. Mereka juga tidak bisa mencapai kesepakatan pemerintah persatuan dengan Partai Biru dan Putih -- yang menolak untuk bekerja dengan perdana menteri saat ia menghadapi kemungkinan dakwaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak jelas apakah Gantz akan berupaya lebih baik. Satu-satunya harapannya adalah membentuk koalisi dengan Likud, yang terus bertahan dengan pemimpin mereka. Tak lama setelah upacara, Gantz bersumpah mendirikan 'pemerintah persatuan liberal'.
 
"Pemerintah yang akan saya bangun akan melayani semua warga negara Israel dan akan menguntungkan semua warga negara Israel," katanya dalam sebuah pernyataan.
 
"Di dalam negeri ini, negara Israel, ada ruang untuk semua segmen masyarakat Israel," tambahnya, disitat dari Independent, Kamis 24 Oktober 2019.
 
Likud setuju untuk bertemu dengan negosiator Biru dan Putih tak lama setelah itu tetapi, dalam sebuah tweet, mengisyaratkan bahwa partai tersebut tidak akan melandasi permintaan untuk kesepakatan pembagian kekuasaan antara Gantz, sesama pemimpin partai dan Netanyahu.
 
Biru dan Putih mengeluarkan banyak permintaan untuk menemui sejumlah negosiator partai, beberapa di antaranya disetujui. Partai-partai religius dan kanan menolak, mengatakan blok mereka diwakili oleh Likud.
 
Pemilu September, pemungutan suara kedua dalam waktu di bawah enam bulan, tidak meyakinkan. Baik Biru dan Putih maupun Likud, dua partai terbesar, tidak mampu memenangkan kursi yang cukup untuk membangun koalisi mayoritas di (parlemen) Knesset yang memiliki 120 kursi. Banyak yang khawatir pemilu ketiga akan segera tiba.
 
Gantz, seorang tokoh militer seumur hidup, telah menampilkan dirinya sebagai pemimpin praktis yang dapat menjembatani banyak perpecahan Israel dan mengatasi berbagai ancaman keamanan yang dihadapinya.
 
Kampanyenya sangat kontras dengan Netanyahu, yang berjanji untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki pada hari-hari terakhir.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif