medcom.id, Tel Aviv: Susu sapi merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat dunia. Tidak semua negara di dunia memiliki kemampuan untuk memproduksi susu sapi.
Sejumlah negara yang sukses mengelola peternakan sapi dan kualitas produksi impor sapi seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia dan Vietnam.
Namun data terbaru mengungkapkan bahwa Israel kini juga menjadi produsen dan eksportir susu sapi terbesar dunia. Dengan kondisi cuaca panas dan kering, Israel mampu mengembangkan teknologi sapi perah paling produktif.
Rata-rata sapi di Israel menghasilkan lebih dari 12 ribu liter susu per tahun, dua kali lipat dari apa yang dihasilkan sapi perah Australia sekitar 5.500 liter per tahun. Israel dikabarkan terus mendorong batas dari apa yang bisa dilakukan sapi perah. Sebagian besar, dorongan untuk produktivitas yang lebih besar dilakukan melalui sensor yang tepat untuk memahami fisiologi sapi.
Teknologi pengukur suhu sapi
Salah satu teknologi itu adalah alat pengukur langkah sederhana (pedometer), yang biasa dipakai orang-orang agar tetap bugar. Pada sapi perah, alat ini bisa menunjukkan kapan mereka siap untuk kawin.
"Kami menggunakan detektor berahi pertama didasarkan pada pedometri. Misalnya sapi dapat menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi saat kawin. Jadi memudahkan kami khususnya para peternak mengetahui kapan sapi bernafsu dan dapat diperah," jelas CEO Hofhassharon Dairy Farm, Shachar.
Selain itu teknologi yang dikembangkan oleh peternakan di Israel mumpuni untuk mengukur komposisi susu.
Untuk mencapai 12.000 liter susu per tahun,-dua kali lipat rata-rata Australia untuk setiap sapi- dibutuhkan fase berkembang biak di waktu yang tepat.
Semua pergerakan dan kondisi sapi dapat diukur, karena ketika sapi berkembang biak ia akan kehilangan banyak energi.
Israel, seperti Australia, cuacanya panas hampir sepanjang tahun, tapi keluarga peternak Israel menjaga sapi mereka agar tetap dingin.
Sebagai indikasi tentang bagaimana dunia sedang menyaksikan kemajuan industri susu Israel, perusahaan Tiongkok ‘Brigth Foods’ baru saja membeli perusahaan susu terbesar Israel dengan nilai transaksi lebih dari USD1 miliar.
Hal menarik lainnya, industri susu Israel menggunakan air yang disuling, dan limbah susu setara dengan enam juta orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News