Dubes RI Kunjungi WNI yang Dibui di Arab Saudi
Ilustrasi - Medcom.id
Riyadh: Sebagai wujud hadirnya perwakilan negara di tengah-tengah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi, KBRI Riyadh melakukan kunjungan dan menemui para WNI yang sedang tersandung masalah hukum.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel bertolak ke Penjara Kota Dawadmi dan Kota Shaqra untuk menemui langsung para WNI tersebut.

Kehadiran Dubes Agus dan sejumlah staf KBRI lainnya disambut hangat Kepala Penjara Kota Dawadmi, Fahd Hamud Al Otaibi. Diungkapkan Al Otaibi, sangat jarang perwakilan negara setingkat duta besar mengunjungi warga negaranya yang sedang tersandung masalah atau sedang dipenjara.


Dijelaskan pula bahwa tiga WNI yang ditahan di Penjara Dawadmi sangat baik akhlaknya, patuh, disiplin dan kerap mendapatkan penghargaan sebagai juara perlombaan hafalan al-Qur'an.

Dua diantara 3 WNI tersebut masih sedang menjalani proses hukum dengan ancaman hukuman mati, masing-masing atas nama SMD, asal Karawang dalam kasus pembunuhan dan JSD, asal Ketapang dalam kasus sihir, sementara SFA, asal Cianjur, sudah divonis dengan hukuman penjara selama 3 bulan atas tuduhan melarikan diri dari rumah majikan dan bekerja secara illegal. 

Sementara kunjungan ke Penjara Kota Shaqra yang berjarak kurang lebih 120 kilometer dari Kota Dawadmi dan waktu tempuh 95 menit perjalanan darat. Kepala Penjara Kota Shaqra, Dhaifullah Muhammad Al Otaibi, menyambut hangat kedatangan Dubes Agus Maftuh di Penjara Shaqra. 

Ia menjelaskan bahwa ada 3 WNI yang berada di penjara Shaqra, dua diantaranya RNS, asal Indramayu yang dituduh melakukan sihir dan YHB asal Cianjur yang dituduh membunuh bayi, telah selesai diproses hukum dan saat ini sedang menjalani masa hukuman.

Sementara satu orang lagi LSS asal Situbondo yang dituduh melakukan sihir (santet) masih dalam proses hukum di Pengadilan. Pihaknya sedang mengusahakan pengajuan amnesti kepada Raja untuk kedua WNI yang sudah menjalani 2/3 dari masa hukuman.

Dubes Agus Maftuh menegaskan komitmen untuk terus mengawal proses hukum yang dihadapi WNI dan akan berusaha semaksimal mungkin memberikan perlindungan hukum dengan harapan membawa WNI pulang pulang ke Indonesia dalam keadaan selamat. 

Pada akhir pertemuan dengan WNI di kedua penjara tersebut, Dubes Agus Maftuh memberikan santunan dana dan bantuan peralatan shalat sebagai wujud berbagi ceria menghadapi hari raya Idul Fitri, sekaligus menghimbau agar para WNI di dalam penjara tidak perlu merasa sendirian karena keberadaan KBRI adalah untuk melayani dan membela kepentingan WNI di seluruh Arab Saudi.

Selain itu, Dubes Agus juga melakukan lobi-lobi antropologis dengan mendatangi tokoh-tokoh masyarakat Dawadmi khususnya yang memiliki jaringan kabilah kesukuan. Hal ini dimaksudkan untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah hukum yang sedang mendera WNI yang ada di kedua penjara tersebut karena power kesukuan memegang peranan yang sangat strategis di Arab Saudi.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id