Milisi Yaman terus berupaya merebut kembali kekuasaan dari tangan Houthi. (Foto: AFP).
Milisi Yaman terus berupaya merebut kembali kekuasaan dari tangan Houthi. (Foto: AFP).

Gencatan Senjata Yaman Diambang Kegagalan

Internasional konflik yaman krisis yaman
Arpan Rahman • 04 Maret 2019 16:29
Abu Dhabi: Gencatan senjata yang rapuh di Yaman terancam gagal, mungkin dalam beberapa pekan. Kecuali kedua pihak berkomitmen dalam pembicaraan damai lebih dari dua bulan lalu.
 
Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt berkata kepada Sky News bahwa saat ini adalah ‘momen yang sangat kritis’ bagi negara yang terpecah oleh perang sejak 2015 dan sekitar 20 juta orang di ambang kelaparan. Hunt menjadi Menlu Inggris pertama yang mengunjungi Yaman dalam lebih dari 20 tahun.
 
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan anggota koalisi lainnya yang mendukung pemerintah Yaman sepakat menghentikan serangan udara terhadap pasukan pemberontak Houthi di kota pelabuhan Hudeidah. Itu menjadi bagian negosiasi selama pembicaraan Desember di Stockholm. Sebagai imbalannya, pemberontak Houthi wajib meninggalkan posisi mereka di daerah itu -- sesuatu yang belum terjadi, menurut Hunt.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Houthi perlu melakukan tawar-menawar. Dan itu membutuhkan kepercayaan dan itu membutuhkan keberanian dan itu tidak mudah dalam situasi kini," kata diplomat terkemuka Inggris itu.
 
"Tetapi sangat penting bagi rakyat Yaman, yang telah sangat menderita, bahwa kesempatan nyata pertama ini untuk perdamaian yang kita miliki selama empat tahun diberi kesempatan untuk berhasil," sambungnya, seperti dilansir dari laman Sky News, Minggu 3 Maret 2019.
 
Menanggapi dorongan perdamaian, Menlu Hunt mengatakan, "Ada 20 juta orang yang tidak tahu apakah mereka akan mendapatkan persediaan makanan pekan depan, 85.000 anak diperkirakan meninggal karena kelaparan."
 
Sedangkan gencatan senjata makin cepat tergerus. "Ini mungkin waktu yang sangat singkat," katanya, berbicara dari Abu Dhabi.
 
Hunt menghabiskan tiga hari terakhir mengunjungi Oman, Arab Saudi, dan UEA, berbicara kepada semua pihak dalam konflik. Dia melakukan perjalanan secara rahasia ke pelabuhan Yaman di Aden pada Minggu.
 
Berita tentang perjalanan itu bocor ketika Menlu memposting klip video dirinya berjaket antipeluru di Aden, di Twitter, memperingatkan ‘peluang terakhir’ untuk perdamaian. Dia katakan, perjanjian Stockholm "kemungkinan akan runtuh" kecuali gencatan senjata ditegakkan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif