Kehancuran di sekitar pemukiman warga Suriah akibat serangan udara intensif. Foto: AFP
Kehancuran di sekitar pemukiman warga Suriah akibat serangan udara intensif. Foto: AFP

Serangan Udara Tewaskan Keluarga Relawan Penyelamat Suriah

Internasional krisis suriah konflik suriah
Fajar Nugraha • 18 Desember 2019 13:48
Idlib: Serangan udara dan penembakan oleh pasukan Pemerintah Suriah telah menewaskan 23 warga sipil, termasuk anak-anak. 30 orang lainnya dilaporkan terluka dalam kejadian ini.
 
“Serangan terjadi ketika kekerasan meningkat di wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah barat laut,” pernyataan pihak Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, seperti dikutip AFP, Rabu, 18 Desember 2019.
 
“Tembakan artileri pemerintah menewaskan enam orang dari keluarga yang sama di Desa Talmanas. Korban termasuk istri serta tiga anak dari anggota relawan White Helmets, di Badama,” imbuh pihak Observatory.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di akun Twitter-nya, White Helmets, memposting video seorang sukarelawan yang menarik mayat keluarganya dari puing-puing bangunan.
 
Sementara di Desa Maasaran, serangan udara menewaskan enam warga sipil lainnya. Pengeboman pro-pemerintah juga menyebabkan empat warga sipil kehilangan nyawa di bagian lain wilayah tersebut.
 
Peningkatan serangan terhadap Idlib dalam beberapa pekan terakhir tampaknya menunjukkan bahwa pasukan Presiden Suriah Bashar Assad sedang mempersiapkan serangan darat. Tujuannya tampaknya membuka kembali jalan raya utama yang menghubungkan ibu kota, Damaskus, dengan Aleppo yang merupakan kota terbesar di Suriah. Sebelum perang dimulai pada 2011, Aleppo adalah pusat komersial negara.
 
Provinsi Idlib didominasi oleh militan yang terkait dengan Al Qaeda. Pada Agustus, setelah berminggu-minggu pertempuran sengit, pasukan Suriah merebut kota Khan Sheikhoun di Idlib. Tepat di utara Khan Sheikhoun adalah kota besar lain di tangan pemberontak, Maaret Al Numan.
 
Jalan raya M5 yang strategis melewati Khan Sheikhoun tetapi dipotong di Maaret Al Numan. Rute telah ditutup oleh pemberontak sejak 2012.
 
Ribuan warga Maaret Al Numan telah melarikan diri dalam beberapa hari terakhir di tengah serangan udara dan penembakan yang intens. Tentara Suriah melancarkan serangan empat bulan tahun ini terhadap Idlib, memaksa ratusan ribu warga sipil melarikan diri.
 
Gencatan senjata menghentikan kemajuan itu pada akhir Agustus, tetapi dalam beberapa minggu terakhir ini telah berulang kali dilanggar.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif