Ilustrasi pekerja sektor pertanian. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi pekerja sektor pertanian. (Foto: Medcom.id)

RI-Tanzania Serius Diskusikan Potensi Kerja Sama Pertanian

Internasional indonesia-tanzania
Sonya Michaella • 07 Agustus 2019 18:38
Dar es Salaam: Tanzania dan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam kerja sama di bidang pertanian. Untuk Meningkatkan kerja sama tersebut, Duta Besar RI untuk Tanzania Ratlan Pardede mengunjungi pameran pertanian terbesar di Dar es Salaam.
 
Terdapat pasar besar bagi para pengusaha Indonesia untuk memasarkan teknologi pertanian, pupuk organik, serta bibit unggul di Tanzania yang tengah gencar melakukan upaya peningkatan produktivitas pertanian.
 
“KBRI Dar es Salaam siap untuk terus meningkatkan kerja sama tersebut serta memfasilitasi pengusaha Indonesia yang mau masuk ke pasar Tanzania,” kata Dubes Ratlan, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu 7 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dubes Ratlan disambut oleh Regional Commissioner (RC) Region Simiyu, Hon. Anthony Mtaka beserta para wartawan. Selanjutnya, Dubes RI juga bertemu secara langsung dengan Menteri Pariwisata Tanzania, Dr. Hamisi Kigwanggala, yang juga turut mengunjungi NNAE, dan membahas penguatan kerja sama Indonesia-Tanzania di bidang Pertanian.
 
Dalam kunjungan, Dubes Ratlan juga bertemu Menteri Pertanian Tanzania, Hon. Japhet Hasunga. Keduanya membahas mengenai sejumlah potensi kerja sama Indonesia dan Tanzania di bidang pertanian, khususnya terkait kerja sama pengembangan kapasitas dan promosi teknologi pertanian Indonesia. Selanjutnya, dia bersama dengan Menteri Pertanian Tanzania menjadi tamu kehormatan untuk mengunjungi eksibisi NNAE.
 
Kepada Dubes Ratlan, Kementerian Pertanian Tanzania telah menunjukkan model pertanian padi dan irigasi yang mereka adopsi dari Indonesia.
 
Menurut informasi Kementerian pertanian Tanzania, model pertanian yang telah diterapkan di Region Morogoro melalui Farmers Agricultural Rural Training Center (FARTC) yang dibangun sebagai sumbangan oleh masyarakat tani Indonesia pada tahun 1996 tersebut telah berhasil meningkatkan produktivitas padi lokal dari 6 ton/Ha/tahun menjadi 10 ton/ha/tahun.
 
Masih dalam kesempatan tersebut, para pejabat tinggi Tanzania menyampaikan pengakuannya kepada Indonesia sebagai negara anggota G-20 yang telah berhasil melakukan modernisasi serta industrialisasi hasil pertanian. Tanzania menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan Indonesia dapat terjalin lebih erat di masa mendatang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif