Mantan Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali wafat di usia 93 tahun (Foto: AFP)
Mantan Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali wafat di usia 93 tahun (Foto: AFP)

Mantan Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali Wafat di Usia 93 Tahun

Fajar Nugraha • 17 Februari 2016 06:42
medcom.id, Kairo: Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Boutros Boutros-Ghali wafat di usia 93 tahun. Dia adalah Sekjen PBB pertama dari Afrika.
 
Duta Besar Venezuela untuk PBB, yang kini menjabat sebagai pimpinan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) Rafael Ramirez Carreno mengumumkan wafatnya Boutros-Ghali pada Selasa 16 Februari.
 
Situs berita Mesir Ahram melaporkan bahwa diplomat berusia 93 tahun itu wafat di rumah sakit di Kota Giza. Sebelumnya Boutros-Ghali dilarikan ke rumah sakit akibat patah kaki.

"Dia adalah pemimpin yang dikenang membuka jalan untuk perdamaian dunia dan keamanan internasional," ujar Sekjen PBB Ban Kim-Moon, seperti dikutip CNN, Rabu (17/2/2016).
 
"Dirinya selalu tampil ketika dunia berpaling ke PBB untuk mencari solusi dari permasalahan dan situasi usai Perang Dingin," lanjutnya.
 
"Boutros-Ghali selalu menunjukkan keberanian dalam menjawab pertanyaan sulit dan mendesak independensi dari kantornya dan Sekretariat secara penuh. Komitmennya kepada misi PBB tidak dapat diragukan dan tidak bisa dihapus dari organisasi ini," imbuh Ban.
 
Saat ditunjuk sebagai Sekjen PBB keenam pada Januari 1992, bukan saja membuka jalan bagi Boutros-Ghali tetapi juga Afrika. Dia adalah sosok pertama asal Afrika yang menjabat Sekjen PBB dan kemudian membuka jalan bagi pria dari benua Afrika lainnya, Kofi Annan untuk duduk di jabatan sama.
 
Sebelum menjabat sebagai Sekjen PBB, Boutros-Ghali sempat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Mesir di era 1970. Perannya dalam Menlu Mesir Boutros-Ghali memainkan peran penting dalam pertemuan Kamp David pada 1978.
 
Pada pertemuan itu, tercapai perjanjian damai Mesir-Israel. Kesepakatan itu menjadi kerangka untuk menyelesaikan isu berkepanjangan di Timur Tengah, seperti penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
 
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menilai sosok Boutros-Ghali sangat berpengaruh untuk mengembalikan wilayah Gurun Sinai ke wilayah Mesir.
 
Selama menjabat sebagai Sekjen PBB, Boutros Boutros-Ghali sempat bersinggungan dengan Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam mengkritiknya untuk tidak memotong anggaran PBB dan kondisi yang terjadi di Bosnia. AS pun memveto niatnya untuk menjadi Sekjen PBB periode kedua.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan