NEWSTICKER
Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Pasangan Lesbian Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

Internasional arab saudi Hukuman Mati
Arpan Rahman • 21 Februari 2020 19:06
London: Sepasang lesbian melarikan diri dari Arab Saudi karena mereka khawatir hukuman mati. Keduanya menyatakan cinta mereka satu sama lain di televisi.
 
Disiarkan dari Daily Mirror, Jumat, 21 Februari 2020, kedua wanita itu, yang sekarang tinggal di London, terpaksa merahasiakan hubungan mereka di negara asal mereka. Di mana di bawah hukum syariah, hubungan sesama jenis dapat dihukum mati.
 
Pasangan itu memberikan wawancara dalam acara TV berbahasa Arab 'Jaafar Talk' yang mengudara di saluran DW, selama edisi spesial Hari Valentine.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memakai nama 'Fad' dan 'Nanz' sebagai alias, karena segmen tersebut menyertakan gambar pasangan di Arab Saudi, mereka mengungkapkan bagaimana mereka jatuh cinta setelah bertemu di Snapchat.
 
Mereka berhasil merahasiakan hubungan mereka sampai Nanz mulai mengundang kecurigaan dari kerabatnya. Nanz mengatakan dia menemukan seksualitasnya di awal remaja.
 
Pasangan itu meninggalkan Arab Saudi ketika larangan bepergian untuk wanita dicabut pada Agustus 2018 dan diberikan suaka di Inggris. Selama wawancara mereka membuka tentang bagaimana rasanya menjadi berbeda di negara di mana, menurut badan keamanan Arab Saudi, hubungan sesama jenis dapat dihukum mati.
 
Ketika mereka akhirnya benar-benar terbuka tentang hubungan mereka di media sosial setelah terjamin keamanan, kerabat Nanz segera memutuskan semua hubungan dengannya. Namun pasangan yang berbahagia dikatakan bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru mereka dan kebebasan untuk saling mencintai tanpa takut mati.
 
Wawancara ini telah menarik sejumlah komentar yang mendukung. Netizen 'AysarIraq' berkata: "Setiap orang harus bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan."
 
'Tangiroustom' menulis: "Tubuh dan emosi mereka bukan urusan kami. Mereka bisa menikmati kebebasan yang diberikan kepada mereka dengan deklarasi universal hak asasi manusia berkat negara-negara beradab yang memberi mereka perlindungan."
 
Namun, mereka juga menghadapi reaksi keras. 'Mays9325' mengatakan: "Pada akhirnya, ini adalah pilihan mereka, tetapi mengapa mereka harus ada di TV? Saya pikir itu tidak perlu."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif