Ilustrasi demonstrasi antikudeta Myanmar/AFP.
Ilustrasi demonstrasi antikudeta Myanmar/AFP.

Inggris Pertimbangkan Sanksi atas Kudeta Myanmar

Nur Aivanni • 12 Februari 2021 02:43
London: Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, mengatakan negaranya tengah mempertimbangkan sanksi pada Myanmar atas kudeta militer yang terjadi pekan lalu. Hal itu disampaikan setelah AS mengumumkan sanksi terhadap kepemimpinan militer.
 
"London sedang melihat langkah-langkah lebih lanjut di bawah rezim sanksi kami sendiri," cuit Raab di Twitter, Kamis, 11 Februari 2021.
 
Dia pun menyampaikan dukungan setelah Presiden AS Joe Biden pada Rabu mengumumkan sanksi terhadap para jenderal di negara Asia Tenggara itu dan menuntut mereka untuk melepaskan kekuasaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inggris menyambut baik langkah @POTUS hari ini untuk mengirim pesan yang kuat kepada rezim militer," cuit Raab.
 
Baca: Kedutaan Tiongkok Jadi Sasaran Demo Massa Antikudeta Myanmar
 
Pekan lalu, Perdana Menteri Boris Johnson mengutuk kudeta di Myanmar dan pemenjaraan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Dewan Hak Asasi Manusia PBB akan mengadakan sidang khusus pada Jumat, 12 Februari 2021 untuk membahas krisis politik yang sedang berlangsung di Myanmar, setelah adanya permintaan resmi dari Inggris dan Uni Eropa.
 
Tahun lalu, Inggris mengumumkan sanksi yang menargetkan dua jenderal Myanmar atas perlakuan terhadap Rohingya.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif