"Kondisi Qatar masih aman terkendali. Tidak terdapat mobilisasi aparat keamanan. Untuk WNI yang bekerja di sektor domestik dan bekerja di tujuh negara yang memutus hubungan diplomatik, KBRI Doha akan memfasilitasi dokumen-dokumen jika diperlukan," kata Duta Besar RI untuk Qatar, Muhamad Basri Sidehabi.
Seperti keterangan tertulis dari KBRI Doha kepada Metrotvnews.com, Selasa 6 Juni 2017, sampai saat ini Qatar tidak melakukan pengusiran terhadap warga negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yaman yang tinggal di Qatar.
"Pemerintah Qatar juga telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kejadian ini tidak mengganggu masyarakat Qatar," ungkap Dubes Basri.
Pemutusan hubungan diplomatik ini dilandasi alasan bahwa Qatar mendukung kegiatan terorisme dan juga agenda-agenda Iran, di mana Iran merupakan musuh dari negara-negara Arab.
Mengutip seorang pejabat anonim Arab Saudi, kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa kerajaan memutuskan mengakhiri hubungan diplomatik dan konsuler dengan Qatar dalam rangka "menegakkan hak kedaulatan negara yang dijamin hukum internasional serta melindungi keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme."
Seluruh hubungan darat dan udara Arab Saudi diputus dengan Qatar, dan negara-negara sahabat lain disarankan untuk melakukan hal serupa.
Sementara, Qatar menyebut bahwa tuduhan dari Arab Saudi ini mengada-ada dan tak berdasar. Di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat-lah yang mempengaruhi Arab Saudi untuk memutus hubungan dengan Qatar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id