Anggota sayap militer Hamas menghadiri pemakaman tujuh warga Palestina di Jalur Gaza, 12 November 2018 (Foto: AFP/SAID KHATIB)
Anggota sayap militer Hamas menghadiri pemakaman tujuh warga Palestina di Jalur Gaza, 12 November 2018 (Foto: AFP/SAID KHATIB)

Ketegangan Terbaru di Gaza Hambat Upaya Perdamaian

Internasional palestina israel hamas
Willy Haryono • 13 November 2018 11:07
Gaza: Terjadinya serangkaian aksi kekerasan terbaru di perbatasan Gaza dan Israel mengancam menggagalkan berbagai upaya menuju perdamaian. Dalam aksi kekerasan terbaru, serangan udara Israel menewaskan tiga warga Palestina dan menghancurkan sebuah gedung saluran televisi. Sementara rentetan roket dari Gaza dilaporkan menewaskan satu orang di wilayah Israel.
 
Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa 13 November 2018, ketegangan terbaru terjadi usai pasukan khusus Israel melancarkan operasi di Jalur Gaza pada Minggu 11 November. Hamas, kelompok penguasa Gaza, bertekad balas dendam.
 
Militer Israel mengaku telah menghantam lebih dari 70 situs militan sebagai respons atas peluncuran 300 roket dari Hamas pada Senin petang hingga malam hari. Israel mengklaim berhasil mencegat puluhan roket dari Gaza, dan sisanya jatuh di area terbuka. Beberapa roket mengenai rumah dan struktur publik lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organisasi relawan United Hatzalah mengatakan satu orang ditemukan tewas di tengah reruntuhan bangunan di Israel selatan. Satu wanita juga ditemukan dalam kondisi kritis di gedung yang sama.
 
Tim medis melaporkan sekitar 20 warga Israel terluka akibat roket dari Gaza. Sementara Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan ada tiga warga Palestina tewas dan sembilan terluka akibat serangan udara Israel.
 
Grup militan Popular Front for the Liberation of Palestine mengatakan dua dari tiga korban serangan udara Israel adalah anggotanya. Sementara satu korban lain berasal dari sayap bersenjata Islamic Jihad.
 
Meletusnya gelombang kekerasan ini terjadi setelah intensitas bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza dan Israel relatif menurun.
 
Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov, yang bersama Mesir berusaha memediasi perjanjian gencatan senjata jangka panjang antara Israel dengan Hamas, menyebut eskalasi kekerasan ini "sangat berbahaya."
 
"Semua pihak harus dapat menahan diri," ucap Mladenov di akun Twitter.
 
Baca: Kelompok Palestina-Israel Umumkan Gencatan Senjata
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif