Sekjen PBB Antonio Guterres berada di Marrakesh, Maroko, 9 Desember 2018. (Foto: AFP/FADEL SENNA)
Sekjen PBB Antonio Guterres berada di Marrakesh, Maroko, 9 Desember 2018. (Foto: AFP/FADEL SENNA)

PBB Adopsi Pakta Keimigrasian

Internasional pbb imigran gelap
Willy Haryono • 10 Desember 2018 18:10
Marrakesh: Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi sebuah pakta keimigrasian dalam sebuah konferensi yang dihadiri pemimpin dan perwakilan sekitar 150 negara di Marrakesh, Maroko, Senin 10 Desember 2018. Pakta ini diberi nama The Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration.

Selesai dibuat di PBB pada Juli lalu, pakta ini akhirnya disepakati di hari pertama konferensi PBB di Maroko. Pakta ini disebut-sebut sebagai dokumen internasional pertama mengenai keimigrasian.

Pakta berisi 23 poin mengenai keimigrasian resmi dan penentangan terhadap aksi melintasi perbatasan secara ilegal. Dalam konferensi disebutkan bahwa jumlah total imigran di dunia berkisar 250 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: IOM: 1.500 Imigran Tewas di Mediterania Sepanjang 2018 Disebut sebagai "panduan untuk mencegah penderitaan dan kekacauan," Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mencoba mematahkan sejumlah spekulasi mengenai pakta ini. Ia membantah melalui pakta ini nantinya PBB dapat menerapkan aturan keimigrasian kepada negara anggota.

"Dokumen ini tidak mengikat," ucap Guterres, seperti dilansir dari kantor berita AFP. "Ini merupakan kerangka untuk kerja sama internasional, yang secara spesifik menekankan kembali prinsip kedaulatan negara," lanjut dia.

"Kita semua tidak boleh jatuh dalam rasa takut akibat narasi palsu," sebut Guterres di hadapan banyak tokoh global, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Panama Juan Carlos Varela dan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras.

Jumat kemarin, Amerika Serikat menyerang pakta tersebut. AS menilai pakta itu adalah bagian dari "upaya PBB untuk lebih berkuasa dengan mengorbankan kedaulatan negara anggota."

Perseo Quiroz, pengacara senior untuk grup Amnesty International, mengatakan bahwa "karena bersifat tidak mengikat, implementasi dari pakta PBB ini murni mengandalkan itikad baik dari suatu negara."

Setelah konferensi di Marrakesh, Majelis Umum PBB akan mengadopsi sebuah resolusi yang akan secara formal mendukung pakta ini pada 19 Desember mendatang.


(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi