Foto dari satelit mengenai bagian rudal milik Inggris yang ditemukan di konflik Yaman. Foto: Guardian.
Foto dari satelit mengenai bagian rudal milik Inggris yang ditemukan di konflik Yaman. Foto: Guardian.

Pakar PBB Temukan Bom Buatan Inggris dalam Perang Yaman

Internasional konflik yaman inggris
Arpan Rahman • 19 Agustus 2019 20:08
Sana'a: Panel ahli PBB menemukan fragmen sistem rudal berhulu laser buatan Inggris di sebuah lokasi serangan udara di Yaman. Serangan itu telah disimpulkan melanggar hukum humaniter internasional.
 
Dirilis dari Guardian, Minggu 18 Agustus 2019, serangan itu terjadi pada September 2016, sebulan setelah Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengatakan setuju mengizinkan ekspor sistem senjata ke Arab Saudi untuk digunakan di Yaman.
 
Satu unit hulu ledak untuk bom "ledakan tinggi" -- dicap dengan nama perusahaan yang berbasis di Brighton, EDO MBM Technology Ltd -- ditemukan di lokasi di ibukota Yaman Sana'a setelah empat bom dijatuhkan di lokasi itu pada pukul 12.45 waktu setempat 13 September.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serpihan rudal dari pabrik Inggris yang sama -- yang terakhir dimiliki oleh pemasok senjata AS L3 Harris -- juga ditemukan oleh para pakar PBB di kompleks Alsonidar setelah serangan udara kedua sembilan hari kemudian, di mana sebuah pabrik pompa air dan bekas pabrik tabung berada.
 
Inggris telah melisensi setidaknya 4,7 miliar poundsterling setara Rp81 triliun ekspor ke Arab Saudi sejak negara itu terlibat dalam perang di Yaman. Dokumentasi PBB menunjukkan bahwa teknologi Inggris dikerahkan dalam konflik di mana koalisi dipimpin Arab Saudi berulang kali dituduh melakukan pengeboman brutal.
 
Penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi untuk peranti yang dapat dikerahkan di Yaman dianggap melanggar hukum pada Juni oleh pengadilan banding di London. Para menteri dianggap gagal melakukan penilaian dampak yang tepat dari pengeboman terhadap warga sipil.
 
Dr Anna Stavrianakis, seorang dosen senior dalam hubungan internasional di Universitas Sussex, mengatakan laporan PBB menunjukkan bahwa penilaian semacam itu bisa terjadi. "Temuan ini adalah tuduhan keras terhadap kebijakan yang tidak peduli dengan pengabaiannya atas bahaya sipil."
 
Saat yang sama, seorang juru bicara koalisi dipimpin Arab Saudi mengatakan bahwa pesawat tempur telah menghantam pabrik Alsonidar karena "sekarang menjadi unit manufaktur militer yang khusus memproduksi pipa yang digunakan Houthi buat merakit rudal buatan lokal."
 
Melaporkan kepada dewan keamanan PBB, panel menyimpulkan "tidak cukup bukti menunjukkan bahwa komplek pabrik telah menjadi tujuan militer" karena tidak ada bukti adanya perangkat keras yang diproduksi di situs tersebut.
 
Pembuat tabung di situs tersebut belum beroperasi sejak 2014, dan panel mengatakan satu-satunya faktor yang meringankan adalah tidak ada korban dalam pengeboman karena serangan itu terjadi tak lama setelah tengah malam.
 
Laporan PBB tersedia untuk umum pada Januari 2018, setelah penyelidikan panel, meskipun sebagian besar tetap tidak diketahui.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif