Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Kuala Lumpur Summit di Malaysia, 19 Desember 2019, (Foto: AFP/FANDY AZLAN)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Kuala Lumpur Summit di Malaysia, 19 Desember 2019, (Foto: AFP/FANDY AZLAN)

Turki Kesulitan Tangani Pengungsi Suriah Seorang Diri

Internasional turki konflik suriah
Willy Haryono • 23 Desember 2019 07:03
Ankara: Presiden Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Eropa bahwa Turki tidak dapat seorang diri menangani gelombang pengungsi Suriah. Erdogan menyebut jumlah pengungsi Suriah terus bertambah seiring meningkatnya intensitas pengeboman di provinsi Idlib.
 
Puluhan ribu pengungsi melarikan diri ke arah Turki sejak pasukan Suriah dan Rusia meningkatkan serangan mereka di kawasan Maaret al-Numan sejak 16 Desember.
 
Provinsi Idlib yang merupakan benteng terakhir pihak oposisi Suriah dihuni sekitar tiga juta warga sipil. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Suriah berulang kali menegaskan akan merebut kembali provinsi tersebut

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Turki tidak dapat menangani gelombang pengungsi baru dari Suriah," kata Erdogan, dilansir dari AFP, Minggu 22 Desember 2019. Ia menambahkan, lebih dari 80 ribu warga Idlib telah melarikan diri ke beberapa area dekat perbatasan Turki.
 
"Jika gelombang pengungsi terus meningkat, Turki tidak bisa menanggung beban ini sendirian. Efek negatif dari tekanan ini akan dirasakan di semua negara Eropa, terutama Yunani," tambah dia.
 
Menurut Erdogan, Eropa berpotensi merasakan kembali situasi seperti beberapa tahun lalu, sebelum Ankara dan Uni Eropa menandatangani sebuah perjanjian pada 2016. Erdogan merujuk pada krisis keimigrasian Eropa pada 2015 -- disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak berakhirnya Perang Dunia II.
 
Dalam perjanjian 2016, UE meminta Turki menangani gelombang pengungsi menuju Eropa dengan dana kompensasi sebesar USD6,6 miliar (Rp92 triliun). Erdogan mengklaim uang tersebut belum sepenuhnya diterima Ankara, dan ia bisa saja mengizinkan para pengungsi Suriah di negaranya untuk bertolak menuju Eropa.
 
Erdogan mengklaim, Turki adalah rumah bagi lima juta pengungsi, dengan 3,7 di antaranya berasal dari Suriah.
 
Sementara itu meski berbeda kubu dalam perang sipil Suriah, Turki dan Rusia bekerja sama secara erat dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut.
 
Delegasi Turki dijadwalkan tiba di Moskow hari ini untuk mendiskusikan cara mengakhiri gelombang serangan di provinsi Idlib.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif