Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: AFP)
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: AFP)

Iran Masih Buka Peluang Diskusikan Perjanjian Nuklir

Internasional nuklir iran iran
Willy Haryono • 09 November 2019 15:05
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa negaranya masih membuka diri untuk membicarakan atau menegosiasikan nasib perjanjian nuklir 2015: Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
 
Teheran masih membuka diri meski sudah mengambil langkah selanjutnya untuk mengurangi komitmen terhadap JCPOA. Langkah tersebut adalah meningkatkan produksi pengayaan uranium -- salah satu bahan untuk membuat senjata nuklir.
 
JCPOA ditandatangani Iran dan sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat, pada 2015. Presiden AS Donald Trump kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut tahun lalu, dan juga menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Iran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merasa geram, Iran juga mengurangi komitmennya terhadap JCPOA dengan meningkatkan produksi pengayaan uranium.
 
"Sejak awal pun kami tidak pernah mengatakan tidak untuk dialog apapun," sebut Zarif, menekankan bahwa Iran siap berdialog dengan pihak manapun yang ingin mempertahankan JCPOA.
 
"Kami akan berdialog dengan pihak-pihak yang tertarik menjaga JCPOA. Prancis juga akan terus berkonsultasi atas isu ini, dan kami akan terus membuka pintu negosiasi," lanjut dia, dilansir dari Mehr News Agency, Sabtu 9 November 2019.
 
Beberapa hari lalu, Iran mengumumkan bahwa produksi pengayaan uranium Teheran telah meningkat 10 kali lipat.
 
Ali Akbar Salehi, Kepala Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan bahwa produksi pengayaan uranium negaranya kini mencapai lima kilogram per hari, dari hanya 450 gram dua bulan lalu.
 
Salehi menambahkan Iran tengah mengembangkan prototipe sentrifugal terbaru, IR-9, yang dapat bekerja 50 kali lebih cepat dari mesin IR-1.
 
Menlu Jerman Heiko Maas, menilai peningkatan produksi pengayaan uranium Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dan juga membahayakan JCPOA secara menyeluruh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif