medcom.id, Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putih membantah bahwa ia memiliki hubungan dekat dan berbagi informasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Ini hanya omong kosong belaka," kata Putin kepada NBC News, Senin 5 Juni 2017.
Ucapan tersebut membantah serentetan dugaan bahwa Trump berada di lingkaran Rusia. Dugaan ini dimulai dari awal mula kemenangan Trump di pemilu tahun lalu yang kabarnya melibatkan campur tangan Rusia.
Lalu, belum reda akan rumor tersebut dan FBI pun sedang menyelidikinya, Trump tiba-tiba memecat Direktur FBI James Comey. Hal itu membuat spekulasi bahwa Trump sengaja memecatnya untuk menghentikan penyelidikan.
Trump menyebut penyelidikan FBI atas dugaan adanya bantuan Rusia terhadap kemenangan dirinya sebagai "perburuan" yang dirancang untuk melemahkan dirinya yang menang pemilu.
Kemudian, sempat beredar kabar pula bahwa Trump membocorkan rahasia intelijen AS kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
"Saya juga tidak pernah bertemu dengan dia (Trump), terlepas perjalanannya ke Rusia sebelum ia menjadi presiden dan masih menjadi pengusaha," ungkap Putin.
"Apakah menurut Anda saat ini Rusia membantu AS? Apakah Anda semua kehilangan akal sehat?" tanya Putin merujuk pada hubungan Rusia dan AS yang masih 'memanas'.
Walaupun tidak pernah bertemu, namun diketahui bahwa Putih sempat menelepon Trump untuk mengucapkan selamat saat Trump terpilih menjadi presiden tahun lalu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan