Serangan di pusat kota Stockholm tewaskan empat orang. (Foto: AFP)
Serangan di pusat kota Stockholm tewaskan empat orang. (Foto: AFP)

Pelaku Teror di Stockhlom Sudah Dicari Sejak Desember 2016

Nur Azizah • 10 April 2017 04:31
medcom.id, Swedia: Salah satu tersangka teror truk di Stockhlom, Swedia merupakan seorang imigran. Menurut keterangan polisi setempat, pria asal Uzbekistan itu sudah di deportasi sejak Desember 2016.
 
Kini pria berusia 39 tahun itu telah ditetapkan sebagai tersangaka bersama satu orang lainnya. Hingga kini polisi belum juga memberitahu siapa nama pelaku penyerangan itu.
 
Dia diketahui pernah mengajukan permohonan untuk tinggal di Swedia pada bulan Juni tahun lalau, namun permohonan tersebut ditolak. Sejak itu, dia menjadi sasaran pencarian pihak imigrasi Swedia.

Permohonan tinggal itu ditolak lantaran pria ini terindikasi sebagai simpatisan kelompok teroris. Pihak Imigrasi kemudian memberinya waktu 4 minggu terhitung dari Desember 2016 untuk meninggalkan Swedia.
 
Otoritas setempat sempat merilis foto terduga pelaku pertama yang terpantau CCTV sebelum tertangkap. Ia tampak mengenakan penutup kepala berwarna gelap dan berjaket hijau. Sayangnya, pihak keamanan tidak mengonfirmasi apakah sosok yang ditahan adalah pengemudi truk atau bukan. 
 
Sementara itu tersangka kedua juga telah resmi ditahan. Namun dugaan atasnya tidak sekuat terhadap tersangka pertama.
 
Sebelumnya, seorang bocah perempuan berusia 11 tahun menjadi satu dari empat korban yang tewas ditabrak sebuah truk di Stockholm, Swedia, Jumat 7 April 2017. 
 
Sopir truk diketahui sebagai simpatisan kelompok militan Islamic State (ISIS) yang berniat menewaskan banyak orang dengan menabrak kerumunan pejalan kaki. 
 
Gadis itu berjalan kaki di jam pulang sekolah, saat seorang sopir truk sengaja melaju ke arah kerumunan orang di pusat kota Stockholm. Kerabat bocah itu mengonfirmasi kepada media lokal bahwa dia adalah salah satu korban dari serangan teror.
 
Korban sedang dalam perjalanan untuk menemui ibunya di stasiun kereta bawah tanah. Mereka berbicara di telepon sesaat sebelum serangan berlangsung. Itulah saat terakhir sang ibu dapat berbicara dengan putrinya.
 
Seorang anggota keluarga mengatakan kepada surat kabar Expressen bahwa polisi telah mengonfirmasi kematian bocah itu. Keluarga korban sebelumnya telah menyampaikan permohonan yang sangat menyedihkan di media sosial setelah mereka tidak bisa menemukan bocah perempuan itu usai serangan.
 
Sepupu ibu gadis itu berkata kepada Expressen bahwa keluarganya mengecek ke rumah-rumah sakit dan mencari bila dia masih berada di sekitar pusat kota. Polisi menyampaikan kabar buruk pada Sabtu 8 April sore.
 
"Sangat menyedihkan," kata kerabat korban, seperti dikutip Mirror, Minggu 9 April 2017. Sepuluh korban, termasuk seorang anak, masih dirawat di rumah sakit karena cedera. (BBC)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan