Insiden terjadi sekitar pukul 08.30 di Camp Hill, Brisbane. Saat polisi tiba di lokasi, mobil tersebut masih terbakar dan baru dapat dipadamkan 15 menit kemudian.
Media Australia mengidentifikasi pria dan wanita di dalam mobil tersebut sebagai Rowan dan Hannah Baxter, orang tua dari ketiga korban. Mobil yang terbakar dilaporkan berada di dekat rumah orang tua Hannah Baxter.
Murray Campbell, seorang tetangga, mengatakan kepada Sydney Morning Herald bahwa dirinya mendengar suara ledakan dari arah taman belakang. Ia berlari ke arah suara, dan menemukan sebuah mobil yang terbakar. Campbell kemudian menghubungi polisi.
"Saya sudah banyak melihat insiden mengerikan, dan ini merupakan salah satu yang masuk kriteria tersebut," ujar Inspektur Mark Thompson dari Kepolisian Brisbane kepada awak media, dikutip dari TVNZ.
Saat ditanya mengenai kemungkinan telah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dalam insiden ini, Thompson belum mau berspekulasi.
"Kami belum mengetahui bagaimana mobil ini bisa terbakar. Jadi, kita tidak sepatutnya mengatakan bahwa insiden ini adalah usaha bunuh diri," tutur Thompson.
Sebelumnya, seorang saksi mata mengaku melihat wanita yang melompat keluar dari mobil yang terbakar. Wanita itu menjerit, "tolong, dia menyiramkan bensin ke tubuh saya."
Satu orang lainnya juga terluka dalam insiden ini. Ia adalah seorang pejalan kaki yang kebetulan melintas dan mencoba menolong para korban. Mengalami luka bakar di bagian wajah, pejalan kaki itu telah dibawa ke rumah sakit.
Rowan dan Hannah Baxter sama-sama bekerja sebagai instruktur dan pemilik sebuah pusat kebugaran. Rowan merupakan mantan pemain rugby, sementara istrinya adalah atlet yang mewakili Australia dalam olahraga trampolin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News