Serangan Udara Suriah di Idlib Tewaskan 15 Warga Sipil
Seorang anak kecil berada di tengah bangunan yang hancur di Kobane, Suriah, 27 Mei 2018. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)
Damaskus: Serangkaian serangan udara di Suriah wilayah barat laut menewaskan sedikitnya 15 warga sipil, Minggu 10 Juni 2018. Serangan tersebut diyakini merupakan balasan atas gempuran ekstremis di dua desa yang dikuasai pemerintah Suriah.

Kabar terbaru disampaikan grup pengawas Syrian Observatory for Human Rights atau SOHR. Disebutkan serangan udara pemerintah tersebut mengenai beberapa kota dan desa di Provinsi Idlib.

Kepala SOHR Rami Abdel Rahman menyebut serangan udara di kota Taftanaz menewaskan sepuluh warga sipil, termasuk empat anak-anak. Serangan juga mengenai area dekat sebuah rumah sakit anak-anak.


Dikutip dari kantor berita AFP, lima warga sipil lainnya tewas dalam serangan udara di beberapa kota.

Serangan udara dilakukan satu hari usai ekstremis dari mantan grup terafiliasi al-Qaeda menyerang desa Fuaa dan Kafraya.

Sabtu malam, grup Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan milisi lainnya melontarkan mortir ke Fuaa dan Kafraya. Mereka juga sempat terlibat baku tembak dengan pejuang lokal.

"Ini adalah pertempuran paling sengit dalam tiga tahun terakhir," tutur Abdel Rahman.

Enam pejuang pro pemerintah dan tiga dari HTS tewas dalam baku tembak tersebut, yang berlanjut hingga Minggu kemarin. Kantor berita SANA melaporkan pejuang lokal berhasil menghalau serangan ekstremis tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Fuaa dan Kafraya adalah dua tempat terakhir di Suriah yang masih terkepung, setelah pemerintah Suriah merebut kembali Yarmuk dari para ekstremis.

Kedua desa tersebut dihuni sekitar 8.100 orang, yang sebagian besar dari mereka adalah Muslim Syiah.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id