Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berniat mencaplok Tepi Barat. Foto: AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berniat mencaplok Tepi Barat. Foto: AFP

Negara Arab Kutuk Rencana Pencaplokan Israel di Tepi Barat

Internasional palestina israel
Arpan Rahman • 11 September 2019 17:10
Amman: Negara-negara Arab mengutuk rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencaplok bagian dari Tepi Barat yang diduduki.
 
Pada Selasa, Netanyahu berjanji menerapkan kedaulatan Israel atas Lembah Yordan dan Laut Mati utara jika ia kembali terpilih menyusul pemilihan umum pekan depan. Para pejabat di Yordania, Turki, dan Arab Saudi dengan tajam mengkritik pengumuman itu.
 
Disitat dari BBC, Rabu 11 September 2019, kepala perunding Palestina mengatakan langkah itu akan ‘secara nyata ilegal’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Aneksasi yang diusulkan oleh Netanyahu akan menjadi ‘kejahatan perang’ yang mengubur peluang perdamaian,” kata Sekretatis Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat.
 
Liga Arab, sementara itu, mengecam perkembangan berbahaya sebagai ‘agresi’. Israel menduduki Tepi Barat sejak 1967 tetapi telah berhenti mencaplok aneksasi.
 
Palestina mengklaim seluruh wilayah itu sebagai negara merdeka di masa depan. Netanyahu sebelumnya menegaskan Israel akan selalu mempertahankan kehadirannya di Lembah Jordan untuk tujuan keamanan.
 
Liga Arab mengatakan rencana Netanyahu akan melanggar hukum internasional dan "menghancurkan" fondasi perdamaian.
 
Pejabat senior Palestina Hanan Ashrawi mengatakan kepada kantor berita AFP, “Netanyahu tidak hanya menghancurkan solusi dua negara, ia juga menghancurkan semua peluang perdamaian."
 
Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, menyebut rencana itu ‘eskalasi serius’ dan memperingatkan itu bisa "mendorong seluruh kawasan menuju kekerasan".
 
Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, menggambarkan janji itu sebagai "rasis" dan mengkritik Netanyahu karena "memberikan semua jenis pesan ilegal, melanggar hukum dan agresif" sebelum pemilu.
 
Arab Saudi juga mengecam pengumuman di media pemerintah sebagai "eskalasi yang sangat berbahaya" dan menyerukan pertemuan darurat para menteri luar negeri dari 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai tanggapan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif