Prancis Bunuh Tokoh Pemberontak Senior Mali
Prajurit Prancis memperingati hari kemerdekaan ke-58 Mali di Bamako, 22 September 2018. (Foto: AFP/MICHELE CATTANI)
Bamako: Seorang tokoh pemberontak senior dari grup Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) asal Mali tewas dalam operasi militer Prancis. Jenderal Abdoulaye Cisse dari militer Mali mengatakan kepada kantor berita AFP, Minggu 25 November 2018, bahwa Amadou Koufa tewas di hutan Wagadou.

"Dia tewas akibat luka-lukanya," tutur dia. "Setelah operasi militer Prancis, Koufa terluka parah dan dilarikan oleh para pendukungnya, sebelum akhirnya tewas," ujar seorang petinggi militer Mali lainnya kepada AFP.

JNIM belum mengeluarkan pernyataan apapun mengenai kematian Koufa. Sebelumnya pada Jumat kemarin, militer Prancis mengatakan Koufa mungkin sudah tewas dalam operasi penyerangan di wilayah Mopti.


Koufa, seorang pendakwah, adalah salah satu orang kepercayaan Iyad Ag Ghali, pemimpin JNIM. Dibuat dari penyatuan beberapa grup lokal pada 2017, JNIM kemudian didukung kelompok Al-Qaeda in the Islamic Maghreb atau AQIM.

September lalu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan JNIM sebagai "organisasi teroris asing."

Pada 2012, JNIM menguasai banyak wilayah gurun di Mali utara. Satu tahun setelahnya, sebagian besar militan JNIM terusir dari area tersebut oleh operasi militer Prancis.

Grup tersebut telah melancarkan sejumlah serangan terhadap prajurit dan warga sipil di Mali serta negara tetangga Burkina Faso.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id