Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

12 Warga Sipil Suriah Tewas dalam Serangan Militan

Internasional krisis suriah konflik suriah
Fajar Nugraha • 17 Juni 2019 15:31
Aleppo: Sebanyak 12 warga sipil Suriah akibat tembakan roket dari kelompok militan setempat. Kantor berita SANA menyebutkan roket itu dilesakkan oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS).
 
Serangan yang terjadi di Desa Al-Wadihi pada Minggu 16 Juni malam waktu setempat ini, juga menyebabkan 15 warga sipil lainnya terluka di Aleppo. HTS diketahui mengendalikan sebagian besar desa di Aleppo yang bertetangga dengan Provinsi Idlib.
 
Organisasi Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan, lima anak-anak termasuk di antara korban yang tewas dalam kejadian ini. SOHR juga menyebutkan kelompok militan sebagai pelakunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dilansir AFP, Senin, 17 Juni 2019, SOHR tidak menjelaskan apakah kelompok yang sebelumnya berafiliasi dengan Al Qaeda tersebut sebagai pelakunya, atau ada kelompok lain yang bertanggungjawab.
 
Serangan itu terjadi ketika pasukan Pemerintah Suriah terperangkap dalam bentrokan dengan pejuang HTS di Provinsi Hama di dekatnya.
 
“Lebih dari 35 orang yang sebagian besar pasukan pemerintah, tewas pada hari Sabtu dalam pertempuran di pedesaan Hama,” menurut Observatory.
 
Bagian dari Aleppo, Hama dan Idlib seharusnya dilindungi dari serangan rezim besar-besaran dengan kesepakatan zona penyangga yang ditandatangani Rusia dan Turki pada bulan September. Tetapi itu tidak pernah sepenuhnya dilaksanakan karena para jihadis menolak untuk mundur dari zona demiliterisasi yang direncanakan.
 
Pada Januari, HTS memperluas kendali administratifnya atas wilayah tersebut, yang mencakup sebagian besar provinsi Idlib serta potongan berdekatan provinsi Latakia, Hama dan Aleppo.
 
“Pemerintah Suriah dan Rusia telah meningkatkan pemboman mereka di wilayah itu sejak akhir April, menewaskan hampir 400 warga sipil,” sebut Observatory.
 
Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak dimulai pada tahun 2011 dengan penindasan protes anti-pemerintah.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif