Turki Berang Dituding Prancis Politisasi Kasus Khashoggi
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian. (Foto: AFP)
Ankara: Turki tak terima ketika Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menuding Ankara mempolitisasi kasus tewasnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober lalu, usai masuk ke dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Sempat mengaku tak tahu, Arab Saudi akhirnya mengatakan bahwa Khashoggi tewas karena perkelahian di dalam gedung konsulat.

Sementara itu, Le Drian mempertanyakan pernyataan Erdogan yang mengaku telah memberikan rekaman suara terkait pembunuhan Khashoggi ke lima negara, yaitu Prancis, Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Arab Saudi.


"Prancis tak menerima rekaman itu. Dia (Erdogan) memiliki permainan politik untuk bermain di situasi seperti ini," ucap Le Drian, kala itu.

Baca: Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara

Menanggapi komentar Le Drian, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavugoslu mengatakan perilaku Prancis sangat tidak sopan.

"Intelijen kami berbagi informasi dengan Prancis pada 24 Oktober, termasuk rekaman suara. Sangat tidak sopan bagi mereka menuduh presiden kami bermain permainan politik," tegas Cavugoslu, dikutip dari AFP, Selasa 13 November 2018.

"Apa yang ada di balik pernyataan Menlu Prancis? Saya ingin tahu apakah mereka mencoba untuk menutupi pembunuhan itu," lanjut dia.

Baca: PM Kanada Mengaku Terima Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Sama seperti Prancis, empat negara lainnya juga belum memberikan konfirmasi bahwa sudah menerima rekaman suara tersebut.  Saat dimintai keterangan oleh BBC, Kementerian Luar Negeri Inggris tidak mengonfirmasi maupun membantah telah menerima rekaman dari Turki.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengaku negaranya telah menerima rekaman pembunuhan Khashoggi. Ia mengaku menjadi pemimpin negara Barat pertama yang menerima rekaman ini. 



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id