Erdogan Geram AS Naikkan Tarif Dagang Hanya Karena Pendeta
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendorong warga untuk beramai-ramai menukarkan mata uang asing dengan lira.

Seruan dikeluarkan di tengah jatuhnya nilai lira setelah Amerika Serikat menaikkan dua kali lipat tarif dagang terhadap produk Turki.

Tarif dinaikkan Presiden AS Donald Trump dalam merespons penahanan Andrew Brunson, seorang pendeta Negeri Paman Sam yang ditahan Turki.


"Jika ada dolar di bawah bantal Anda, ambil. Jika ada euro, ambil. Segera pergi ke bank dan tukarkan dengan lira. Dengan melakukan itu, kita berjuang dalam perang kemerdekaan," tegas Erdogan dalam sebuah pidato di kota Unye, seperti dikutip BBC, Sabtu 11 Agustus 2018.

Ketegangan diplomatik AS dengan Turki telah membuat nilai lira turun 16 persen pada Jumat kemarin. Nilai lira juga sudah turun 40 persen tahun lalu.

Baca: Trump Naikkan Tarif untuk Produk Turki, Erdogan Berang

Merespons desakan pembebasan Brunson, Erdogan menilai AS bertindak gegabah. 

"Anda mempertaruhkan mitra strategis di Nato hanya karena seorang pendeta. Anda tidak akan pernah bisa menundukkan negara ini dengan bahasa ancaman," ungkap Erdogan kepada AS.

Turki telah menahan Brunson selama hampir dua tahun. Ankara menuduhnya memiliki kaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan dan gerakan Gulen, yang dituduh sebagai dalang di balik percobaan kudeta 2016.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id