Ankara menuduh unjuk rasa itu digerakkan pendukung grup teroris yang ditujukan untuk menyerang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Seperti dikutip Reuters, Kemenlu Turki telah memanggil charge d'affaires Swiss karena Dubes Walter Haffner sedang tidak berada di Ankara.
Kemenlu Turki meminta Haffner agar mendesak pemerintah Swiss menyeret mereka yang bertanggung jawab atas unjuk rasa anti-Erdogan ke jalur hukum. Haffner juga diminta memastikan agar demonstrasi serupa tak terulang.
Turki menjadi sorotan global belakangan ini atas perseteruannya dengan Eropa, terutama terhadap Jerman dan Belanda. Ankara kesal setelah kedua negara itu melarang kedatangan dua menterinya untuk mengisi acara terkait referendum.
Referendum pada April mendatang akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki diperluas atau tidak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News