Tujuh Warga Sipil Suriah Tewas dalam Serangan Udara Pemerintah
Serangan pasukan Suriah di Provinsi Quneitra (Foto: AFP).
Golan: Serangan udara pasukan Pemerintah Suriah dilancarkan ke wilayah Quneitra, yang berbatasan dengan Israel. Tujuh orang warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini.
 
Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, menghantam Quneitra sejak Minggu 15 Juli. Mereka berupaya merebut kembali provinsi di wilayah barat daya Suriah itu dari pemberontak. Sebelumnya pasukan pemerintah sudah memenangkan kembali sebagian besar wilayah tetangga Quneitra yakni, Daraa, dalam waktu kurang dari sebulan.
 
"Enam warga sipil termasuk dua wanita dan tiga anak tewas dalam serangan udara di dekat Ain al-Tina di perbatasan Quneitra dengan Provinsi Daraa," kata organisasi Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), seperti dikutip AFP, Selasa 17 Juli 2018.
 
Tidak jelas apakah serangan itu dilakukan oleh pasukan pemerintah langsung atau pihak Rusia yang selama ini menjadi sekutu utama Suriah.
 
Pihak SOHR mencari tahu siapa yang melakukan penyerangan berdasarkan jenis pesawat dan amunisi yang digunakan serta lokasi dan pola penerbangan.
 
Sementara di sebelah barat Provinsi Daraa yang, serangan udara Rusia menewaskan satu warga sipil di dekat Desa Al-Aliya.
 
"Sejak Selasa pagi, serangan udara Rusia dan bom barel yang dijatuhkan oleh rezim telah menargetkan satu daerah yang mengaitkan Quneitra dan Daraa," kata kepala Observatory, Rami Abdel Rahman.
 
"Hayat Tahrir al-Sham, sebuah kelompok yang dipimpin oleh bekas afiliasi Al Qaeda Suriah, beroperasi di daerah itu," imbuhnya.
 
Selama ini, kelompok Hayat tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara Pemerintah Suriah dan pemberontak di Daraa yang diumumkan awal bulan ini. Kesepakatan itu memungkinkan rezim untuk merebut kembali kendali atas lebih dari 90 persen provinsi.
 
Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad telah merangsek masuk ke Daraa berkat pengeboman mematikan sejak 19 Juni. Di Quneitra, Senin, pemberontak di lima kota menaikkan bendera nasional guna mengincar kesepakatan serupa dengan pemerintah.
 
"Fraksi pemberontak di kota-kota ini telah berhenti berjuang untuk menghindari pengeboman dan penghancuran," katanya.
 
Dalam dua hari sejak Minggu, setidaknya 43 pejuang pasukan pemerintah telah tewas di Daraa dan Quneitra, sementara 48 militan dan pemberontak telah kehilangan nyawa mereka.
 
Lebih dari 350.000 orang tewas dan jutaan orang telantar akibat perang Suriah sejak dimulai pada 2011 dengan tindakan brutal terhadap protes anti-pemerintah.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id