Milisi Suriah yang didukung Turki siaga di wilayah dekat kelompok Kurdi Suriah. (Foto: AFP).
Milisi Suriah yang didukung Turki siaga di wilayah dekat kelompok Kurdi Suriah. (Foto: AFP).

Qatar Bela Operasi Militer Turki di Suriah

Internasional qatar terbuka Turki serang Kurdi
Medcom • 16 Oktober 2019 05:05
Doha: Qatar membela operasi militer kontroversial Turki terhadap kelompok Kurdi di Suriah utara. Mereka mengatakan Ankara telah bertindak melawan ‘ancaman yang akan segera terjadi’.
 
Turki telah membantu Qatar mengatasi dampak dari embargo ekonomi regional dua tahun yang dipimpin oleh Arab Saudi. Embargo itu didasarkan atas klaim dukungan untuk Iran dan ekstrimisme Islam, yang dibantah oleh Doha.
 
Tetapi Ankara menghadapi kecaman luas atas serangan mematikannya. Amerika Serikat sudah menjatuhkan sanksi pada para pejabat tinggi Turki. Sementara Prancis dan Jerman telah menghentikan penjualan senjata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak bisa menyalahkan Turki. Ankara telah dipaksa untuk menanggapi ancaman yang akan segera terjadi terhadap keamanan Turki,” ujar Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani mengatakan pada pertemuan Forum Keamanan Global di Doha, seperti dikutip AFP, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Turki ingin membangun ‘zona aman’ kira-kira 30 kilometer di sepanjang perbatasannya. Zona itu ditujukan untuk menjaga pasukan Kurdi dan juga untuk mengirim kembali 3,6 juta pengungsi Suriah di negara mereka.
 
"Pada awalnya (Turki) mengatakan 'jangan mendukung kelompok-kelompok ini'," kata Menlu Al-Thani, merujuk pada elemen-elemen Kurdi seperti Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang membantu koalisi pimpinan-AS memerangi kelompok Negara Islam.
 
"Tidak ada yang mendengarkan. Mereka telah mencoba untuk menyelesaikan masalah ini sekarang selama lebih dari setahun dengan Amerika Serikat, untuk menciptakan zona aman untuk menjauhkan ancaman dari perbatasan mereka,” imbuh Al-Thani.
 
Bagi Turki, YPG adalah ‘cabang teroris’ dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang. Partai telah melakukan pemberontakan terhadap negara Turki sejak 1984.
 
Kekacauan di daerah-daerah yang menjadi sasaran serangan Turki selama seminggu telah menyebabkan kaburnya sekitar 800 perempuan asing dan anak-anak yang terkait dengan ISIS. Mereka kabur dari sebuah kamp yang dikelola oleh orang Kurdi.
 
"YPG dan (lengan politiknya) PYD berasal dari cabang PKK yang dinyatakan sebagai organisasi teroris di AS, UE, Turki, di mana-mana," kata Al-Thani.
 
"(Turki) tidak bisa mencapai solusi apa pun dengan AS, mereka tidak bisa menangani ancaman ini sampai menjadi ledakan bagi mereka."
 
Menlu Qatar ini juga mengatakan para pemimpin PKK telah terlihat "bermigrasi ke Suriah untuk ditempatkan di sana di perbatasan" menjelang operasi Ankara. "Kami tidak melihat Turki melawan Kurdi. Turki menentang sekelompok orang di dalam Kurdi," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif