Kematian Jamal Khashoggi

Kasus Khashoggi, Turki Berbagi Bukti dengan CIA

Willy Haryono 24 Oktober 2018 19:06 WIB
arab sauditurkiJamal Khashoggi
Kasus Khashoggi, Turki Berbagi Bukti dengan CIA
Direktur CIA Gina Haspel. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Ankara: Turki membagi "semua bukti" kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi dengan kepala dari Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang datang berkunjung ke Ankara pada Selasa 23 Oktober. 

Seperti diberitakan dari surat kabar Sabah, seperti dikutip media AFP, Direktur CIA Gina Haspel mengunjungi Turki untuk berbicara dengan tim investigasi terkait Khashoggi. 

Semua bukti audio dan video serta berbagai sampel yang dikumpulkan Turki diberikan kepada Haspel di gedung Organisasi Intelijen Turki (MIT).


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak menuduh Arab Saudi secara langsung atas kematian Khashoggi. Namun dalam pidato terbarunya, ia menyebut pembunuhan Khashoggi telah direncanakan dengan mata.

Hingga saat ini, keberadaan jasad Khashoggi belum diketahui. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa jasad itu berada di rumah seorang Konsul Jenderal di Istanbul.

Baca: Potongan Tubuh Khashoggi Ditemukan di Rumah Konjen Saudi

Khashoggi, jurnalis 59 tahun, menghilang pada 2 Oktober usai memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Ia datang ke sana untuk mendapatkan sertifikat perceraian agar dapat menikah dengan tunangannya.

Erdogan mengatakan tim beranggotakan 15 orang dari Arab Saudi datang ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi. Ia menyebut tim sengaja mematikan kamera pengawas di gedung konsulat di hari Khashoggi dinyatakan hilang.

Arab Saudi sempat membantah keras Khashoggi dibunuh, dan berkukuh kontributor The Washington Post itu telah meninggalkan konsulat. Namun sekitar dua pekan kemudian, Riyadh mengakui Khashoggi memang tewas di gedung tersebut, namun akibat perkelahian.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id