Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memberikan penghargaan anumerta kepada dua personel penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di bawah bendera PBB.
Penghargaan tersebut akan diberikan dalam rangka peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian yang digelar pada 5 Juni mendatang.
Penghormatan ini menjadi bentuk apresiasi atas pengorbanan para personel yang mengabdikan diri untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah konflik dunia.
Menurut Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia, yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, Medali Dag Hammarksjold pada tahun ini akan diberikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada dua personel perdamaian asal Indonesia yang gugur pada 2025.
“Dua personel dari Indonesia tersebut yaitu Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA),” menurut keterangan UNIC Indonesia dilansir Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
| Baca juga: Praka Rico Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Setinggi-tingginya |
Adapun empat personel penjaga perdamaian asal RI yang gugur saat bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah perang Israel-Hizbullah pada awal tahun ini akan dianugerahi Medali Dag Hammarksjold dalam upacara tahun depan.
Di luar kedua personel RI tersebut, Medali Dag Hammarksjold tahun ini juga akan dianugerahkan secara anumerta kepada 66 personel militer, polisi, maupun golongan sipil lainnya yang gugur saat menjalankan tugas, sehingga total penerima tahun ini adalah 68 orang.
Menyampaikan pernyataannya dalam rangka hari internasional tersebut, Sekjen PBB menyebut pasukan perdamaian PBB sebagai cara yang paling optimal dalam memulihkan stabilitas, terlebih di era meningkatnya ketegangan seperti saat ini.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa upaya tersebut memerlukan dukungan politik yang konsisten dari negara-negara anggotanya serta dukungan finansial yang dapat diandalkan.
Guterres juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, dan negara-negara anggota PBB harus memenuhi kewajiban mereka menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.
“Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian,” kata dia menegaskan.
Menurut UNIC Indonesia, saat ini lebih dari 50.000 personel perdamaian dari 118 negara kontributor berpartisipasi dalam 11 misi perdamaian di bawah panji PBB.
Indonesia merupakan kontributor terbesar keenam untuk misi penjaga perdamaian PBB, dengan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 perempuan, yang dikerahkan ke operasi perdamaian PBB di sejumlah lokasi konflik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News