Salah seorang warga yang mendukung kemerdekaan Palestina melakukan aksi protesnya. (Foto: AFP).
Salah seorang warga yang mendukung kemerdekaan Palestina melakukan aksi protesnya. (Foto: AFP).

Rombongan Pejabat Palestina Diserang Pemukim Yahudi

Internasional palestina israel
Fajar Nugraha • 04 Januari 2019 14:23
Ramallah: Insiden kekerasan dilakukan kembali oleh pemukim Yahudi terhadap pihak Palestina. Kali ini para pemukim menyerang rombongan Menteri Urusan Agama Palestina, Yousef Adais.

Serangan pada 3 Januari 2019 itu terjadi di dekat Kota Salfit, Tepi Barat Sungai Yordan. "pemukim menyerang rombongan tersebut dengan menggunakan batu. Satu mobil rusak, walaupun tak ada yang dilaporkan cedera," ujar seorang sumber, seperti dikutip oleh Anadolu, Jumat, 4 Januari 2019.

Sementara Pemerintah Palestina menyatakan bahwa satu rombongan yang membawa Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah telah menjadi sasaran serangan serupa oleh pemukim Yahudi di dekat Nablus pekan lalu. Laporan itu dikeluarkan pada Kamis 3 Januari pagi waktu setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Rombongan PM itu diserang oleh sekelompok pemukim Yahudi yang melemparkan baru di dekat pos pemeriksaan Zatara," sebut satu pernyataan pemerintah. Sementara itu Utusan Timur Tengah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nickolay Mladenov mengutuk serangan terhadap rombongan Hamdallah tersebut. “Ini adalah peristiwa yang sangat mengkhawatirkan. Itu tentu saja tak bisa diterima dan para pelakunya harus diseret ke pengadilan," kata Mladenov.

Israel sendiri mengeluarkan data mengenai serangan anti-Palestina oleh pemukim Yahudi di Tepi Barat di Yerusalem Timur. Berdasarkan laporan, serangan itu naik sampai 60 persen tahun lalu dibandingkan dengan pada 2017.

Sedangkan menurut pihak Palestina, lebih dari 650.000 pemukim Yahudi kini tinggal di 196 permukiman di seluruh Tepi Barat. Semua pemukim itu mendapatkan izin dari pihak Israel.

Pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dinilai dapat membahayakan peluang untuk mewujudkan penyelesaian perdamaian. Dunia internasional mengkritik pembangunan itu karena dinilai melanggar dan merusak rencana Palestina yang akan menjadi Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara.


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi