PM Australia Tony Abbott dalam sebuah acara bersama Presiden Perancis Francois Hollande di Canberra, Australia - AFP / COLE BENNETTS / POOL
PM Australia Tony Abbott dalam sebuah acara bersama Presiden Perancis Francois Hollande di Canberra, Australia - AFP / COLE BENNETTS / POOL

PM Australia Akui Popularitasnya Merosot

Willy Haryono • 08 Desember 2014 14:30
medcom.id, Sydney: Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengakui tengah melewati "fase sulit" seiring merosotnya popularitas di kalangan masyarakat atas berbagai kebjiakan.
 
Menurut hasil polling Fairfax Media, Senin (8/12/2014), rating personal Abbott turun menjadi 38 persen dari survei terakhir lima pekan lalu. Sementara pemimpin partai oposisi Bill Shorten melompat ke 46 persen. Sebelumnya, dua tokoh ini relatif imbang.
 
Masih di survei yang sama dari 1.400 responden, 47 persen lebih menyukai Shorten menjadi PM ketimbang Abbott.

"Kami bukan pemerintahan pertama yang pernah melewati masa sulit di suatu polling," sebut Abbott pada Seven Network, yang membandingkan dirinya dengan pemimpin dunia seperti Ronald Reagan dan Margaret Thatcher.
 
"Pemerintahan (John) Howard, pemerintahan Thatcher, pemerintahan Reagan, semua pernah melewati masa sulit dalam polling, dan saya rasa saya bukan pemimpin pertama yang menjadi subjek spekulasi tertentu," sambung dia.
 
Sejak berkuasa pada September 2013, pemerintah Abbott mengumumkan pemangkasan dana untuk menutupi defisit APBN. Pemilu Australia dijadwalkan berlangsung pada 2016.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan